Selasa, 09 Juli 2024
Trik Membuat Buku Catatan Perjalanan yang Menarik dan Berkesan
Minggu, 07 Juli 2024
Belajar Sastra dan Membuat Puisi: Sebuah Perjalanan Kreatif.
Belajar Sastra dan Membuat Puisi: Sebuah Perjalanan Kreatif.
Oleh: Sri Sugiastuti
Sastra merupakan payung luas yang menaungi berbagai karya seni tulis, termasuk puisi. Dalam mempelajari sastra, tidak hanya akan menyelami keindahan bahasa, tetapi juga membuka pintu menuju dunia imajinasi, emosi, dan makna yang mendalam.
Sebelum belajar puisi sebaiknya pahami dulu apa itu puisi.
Puisi merupakan satu bentuk karya sastra yang berisi ungkapan hati, pikiran, dan perasaan penyair yang dituangkan dengan memanfaatkan segala daya bahasa, kreativitas dan imajinasi pengarang dengan rangkaian bahasa yang indah serta mengandung irama juga makna.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah ragam sastra yang bahasa terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Sastra dan puisi bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.
Bagi para pecinta seni, belajar sastra dan membuat puisi adalah sebuah perjalanan kreatif yang penuh petualangan. Di sepanjang perjalanan pasti akan menemukan berbagai hal menarik, seperti:
1. Mempelajari Kekayaan Bahasa:
Sastra membawa kita pada kekayaan bahasa yang tak terhingga. Akan banyak ditemukan berbagai gaya bahasa, majas, dan alat-alat sastra lainnya yang digunakan untuk menciptakan makna dan keindahan dalam karya tulis.
2.Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis:
Sastra mengajak orang untuk berpikir kritis dan analitis. Kita akan belajar untuk menafsirkan makna tersembunyi dalam karya sastra, memahami konteks sosial dan budaya di baliknya, dan mengevaluasi kualitasnya.
3.Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi:
Membuat puisi adalah sebuah ekspresi kreatif yang tak terbatas. Di sini, kita bebas menuangkan imajinasi dan ide-ide ke dalam bentuk kata-kata yang indah dan penuh makna.
4.Memperdalam Emosi dan Pengalaman:
Sastra dan puisi mampu membangkitkan berbagai emosi, mulai dari kebahagiaan, kesedihan, hingga kemarahan. Dengan membaca dan membuat karya sastra, orang dapat belajar memahami dan mengelola emosinya dengan lebih baik.
5.,Menemukan Makna dan Kebenaran:
Sastra sering kali mengangkat tema-tema universal tentang kehidupan, kematian, cinta, dan kehilangan. Dengan mempelajarinya, kita dapat menemukan makna dan kebenaran yang lebih dalam tentang diri kita dan dunia di sekitarnya.
Belajar Sastra dan Membuat Puisi: Tips untuk Pemula
1.Membaca karya sastra dari berbagai genre dan periode. Semakin banyak Anda membaca, semakin kaya referensi dan wawasan Anda tentang sastra.
2.Menganalisis karya sastra secara kritis. Perhatikan bagaimana penulis menggunakan bahasa, struktur, dan majas untuk menciptakan makna dan efek tertentu.
3.Mencoba menulis puisi Anda sendiri. Jangan takut untuk bereksperimen dengan berbagai gaya dan bentuk puisi.
4.Bergabung dengan komunitas pecinta sastra. Berbagi ide dan pengalaman dengan orang lain dapat membantu Anda untuk belajar dan berkembang dalam bidang sastra.
Manfaat Belajar Sastra dan Membuat Puisi:
1.Meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis
2. Memperluas pengetahuan dan wawasan tentang dunia
3.Mengembangkan kreativitas dan imajinasi
4.Meningkatkan kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi
5.Menemukan makna dan kebenaran tentang diri sendiri dan dunia
Dapat disimpulkan bahwa belajar sastra dan membuat puisi adalah sebuah kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. Dengan mempelajarinya, kita dapat meningkatkan berbagai kemampuan, wawasan bertambah, kekayaan batin melimpah rumah, dan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Puisi https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/puisi https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/16/120000569/puisi-arti-dan-jenisnya?page=all
Soloraya, 07 07 2024
Sabtu, 06 Juli 2024
Domba Kuring
Domba Kuring
Oleh: Sri Sugiastuti
Judul lagu ini sangat menarik hati penulis dan sepakat untuk dijadikan tulisan di buku Antologi bertema "Kenangan Temu Kangen Penulis 3 KBMN di Bandung." Sebenarnya apa istimewanya, kok bisa kepincut dan punya ide untuk mengabadikan dalam bentuk buku antologi?
Saat lagu itu diputar dan didengar pertama kali oleh penulis yang berasal dari Solo, ia begitu menikmati dan langsung jatuh cinta walaupun sebagian besar arti dari lagu tersebut tidak dipahami.
Rasa penasaran penulis terjawab ketika berselancar dan mendapatkakan pencerahan dari https://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/menilik-makna-lagu-domba-kuring-melestarikan-literasi-bahasa-dan-sastra-demi-penguatan-jati-diri-bangsa/
Maestro Sunda, yaitu Darso yang membuat lirik lagu “Domba Kuring”. Berkat entakan irama yang akrab di telinga masyarakat Indonesia, tak mengherankan bila saat ini lagu tersebut tengah digandrungi oleh berbagai kalangan, baik muda maupun tua, bahkan video lagu itu meraih jutaan tinjauan di berbagai platform media sosial.
Lantas, apa sebenarnya makna dari lagu tersebut? Dibuka dengan lirik Miara domba téh dua. Domba bikang duanana yang artinya ‘Memelihara domba itu dua. Domba betina dua-duanya.’
Lagu ini menceritakan tentang kebanggaan dan komitmen dalam memelihara domba-domba secara mandiri yang tersurat dalam salah satu lirik yang paling diingat masyarakat: Domba-domba kuring. Diangon-angon ku kuring.
Pemilihan hewan domba sebagai objek dalam lagu “Domba Kuring” bukan tanpa alasan. Jika ditelaah kembali sejarahnya, domba amat erat dengan kebudayaan adu ketangkasan hewan dari daerah Jawa Barat, yaitu Kabupaten Garut. Lewat ajang ini, masyarakat yang memiliki domba mampu bersaing mendapatkan prestise bahkan uang jutaan rupiah (Nurhuda dan Firdaus, 2023).
Budaya ini sudah mengakar ke dalam masyarakat Kabupaten Garut, bahkan Indonesia, karena penamaan khas “domba garut” sudah masuk entri KBBI dengan definisi domba yang tubuhnya besar, lebar, dan kuat, tanduk jantannya besar, melengkung ke belakang terus ke depan membentuk semacam lingkaran. Kata domba garut yang sarat akan nilai kebudayaan bisa ditemukan dalam lirik Jaluna mah domba adu asal Garut.
Masyarakat Jawa Barat memandang domba sebagai hewan yang memiliki prestise. Oleh karena itu, memelihara domba menjadi aktivitas yang ditekuni secara serius oleh masyarakat yang mempunyai hobi merawatnya. Dengan adanya prestise bagi pemiliknya, domba dirawat dengan kasih sayang, kebanggaan, dan rasa memiliki yang tinggi. Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya Kabupaten Garut, merawat domba layaknya merawat budaya. Domba garut yang sudah menjadi bagian dari budaya adu ketangkasan sejak tahun 1915, secara tidak langsung menjadi tonggak kebudayaan masyarakatnya (Nurhuda dan Firdaus, 2023).
Semangat merawat domba garut yang menggelora sejak puluhan tahun yang lalu masih dipupuk sampai saat ini. Lantas, mampukah kita memupuk semangat yang sama dalam merawat budaya Indonesia?
Tentunya bisa, salah satu caranya adalah dengan merawat literasi bahasa. Lagu “Domba Kuring” yang merupakan bagian dari literasi kebudayaan lewat musik yang multietnik dan berkaitan erat dengan kebudayaan merawat domba ini mengisyaratkan kita untuk senantiasa merawat literasi budaya, bahasa, dan sastra.
Lirik Ayeuna geus ngalobaan. Ngalobaan, aranakan, yang artinya, ‘Sekarang sudah bertambah, bertambah dan beranak’ menjadi refleksi bahwa layaknya merawat domba yang perlu diperhatikan, dimandikan, bahkan dikembangbiakkan, merawat literasi bahasa dan sastra juga harus penuh dengan perhatian, pemutakhiran, dan pengembangan.
Ini penting karena dengan literasi yang lestari, bangsa Indonesia akan bersinergi untuk mencapai kemajuan yang pasti.
Literasi merupakan fondasi perkembangan ilmu pengetahuan. Menurut Prof. E. Aminudin Aziz dalam pembekalan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2023, literasi harus dipandang sebagai sesuatu yang holistik. Artinya, literasi tidak hanya didefinisikan sebagai kecakapan membaca dan menulis huruf, tetapi juga kecakapan menggunakan atau mengaktualisasikan informasi, baik teks maupun nonteks.
Apa gunanya bisa membaca dan menulis teks tanpa bisa menggunakan informasi tersebut di dalam aksi nyata?
Dengan adanya pemahaman ini, kehadiran literasi dipandang luas dan sangat penting sebagai “ruh” yang menghidupkan setiap ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, literasi harus dirawat dengan baik.
Itulah sebagian besar alasan mengapa si "Domba Kuring" bisa mencuri hati penulis. Kebersamaan penulis dengan peserta Temu Kangen Penulis 3 KBMN di Bandung, saat jelang penutupan berkaraoke ria menyanyikan lagu Domba Kuring memang sangat pas mantap, ada unsur hiburan, literasi, sastra dan bangga menjadi orang Indonesia yang kaya budaya.
Lirik lagu "Domba Kuring"
Miara domba téh dua
Domba bikang duanana
Ayeuna geus ngalobaan
Ngalobaan, aranakan
Ka balad-balad di désa
Ka dulur anu di lembur
Ulah kagét, ulah héran
Ulah nanyakeun jaluna
Bisi jadi masalah
Bisi jadi pitnah
Ulah turut campur
Sabab domba-domba kuring
Domba-domba kuring
Diangon-angon ku kuring
Diparaban ku kuring
Anakna gé anu kuring
Domba-domba kuring
Diangon-angon ku kuring
Dimandian ku kuring
Anakna gé anu kuring
Saha jaluna?
Mana jaluna?
Saha jaluna?
Jaluna mah domba adu asal Garut
Jumat, 05 Juli 2024
Menavigasi Dunia Pendidikan: dengan 5 Kunci Sukses Guru di Era Digital
Menavigasi Dunia Pendidikan: dengan 5 Kunci Sukses Guru di Era Digital
Oleh: Sri Sugiastuti
Dunia pendidikan saat ini terus berubah dan beradaptasi untuk memenuhi tuntutan zaman. Saat ini informasi dan pengetahuan dapat diperoleh dengan mudah. Sangat penting bagi institusi pendidikan tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan nilai-nilai yang relevan dengan zaman.
Pemangku kebijakan Pendidikan sebaiknya mengintegrasikan teknologi, berinovasi, dan berfokus pada inklusi, pendidikan akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan dan kemajuan masyarakat di masa depan.
Harapan di atas membutuhkan sosok guru yang ada di garda terdepan. Sebagai guru di era digital mereka dituntut mampu menghadapi tantangan dan menangkap peluang yang ada untuk menavigasi dunia pembelajaran yang kian dinamis dan serba cepat.
Revolusi industri yang sedang berlangsung tampaknya terus mendorong orang untuk mengembangkan keterampilan mereka sehingga mereka dapat mengikuti kemajuan mereka (Bashori, 2018).
Untuk menjadi guru yang sukses di era digital, diperlukan sejumlah kunci yang esensial. Inilah 5 kunci yang harus dilengkapi oleh seorang guru milenial yang bersahabat dengan digital.
1. Membuka Diri Terhadap Perubahan dan Perkembangan Teknologi.
Era digital ditandai dengan perkembangan teknologi yang pesat. Guru dituntut untuk selalu up-to-date dengan perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkannya dalam proses belajar mengajar. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti pelatihan, workshop, atau seminar terkait teknologi pendidikan, serta aktif mencari informasi dan sumber belajar baru secara online.
2. Meningkatkan Kemampuan Pedagogik dan Andragogik
Guru di era digital tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus memiliki kemampuan pedagogik dan andragogik yang mumpuni. Pedagogik adalah ilmu tentang cara mengajar anak-anak, sedangkan andragogik adalah ilmu tentang cara mengajar orang dewasa.
3. Menciptakan Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Siswa di era digital memiliki gaya belajar yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka lebih menyukai pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa. Guru perlu kreatif dalam merancang pembelajaran yang menarik dan relevan dengan kehidupan siswa.
4. Membangun Komunikasi yang Efektif dengan Siswa dan Orang Tua
Komunikasi yang efektif sangatlah penting dalam membangun hubungan yang baik antara guru, siswa, dan orang tua. Guru perlu mampu berkomunikasi dengan baik dengan siswa, baik secara langsung maupun online, serta menjalin komunikasi yang terbuka dengan orang tua untuk mendukung proses belajar mengajar.
5. Menjadi Pembelajar Mandiri dan Terus Berkembang
Guru di era digital harus memiliki semangat belajar mandiri dan terus berkembang. Mereka perlu selalu mencari informasi dan pengetahuan baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca buku, mengikuti kursus online, atau mengikuti komunitas guru online.
Menjadi guru di era digital bukanlah hal yang mudah, namun dengan tekad yang kuat, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar, setiap guru dapat menjadi pendidik yang sukses dan berprestasi.
Pendidikan di Indonesia harus dipersiapkan sedini mungkin agar generasi penerus dapat mengikuti perkembangan zaman dan memimpin negara ke arah yang lebih baik. Menguasai teknologi dapat membantu beradaptasi dengan transformasi digital yang berkembang yang terjadi di dunia pendidikan saat ini.
Penguasaan teknologi tentu memudahkan proses pembelajaran dan membantu meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, transformasi digital akan berdampak signifikan terhadap perkembangan komunitas pendidikan dan kualitas pendidikan itu sendiri.
Di era digital ini, sangat penting untuk memahami dan menerapkan penggunaan teknologi secara bijak agar dapat beradaptasi dengan transformasi digital. Teknologi mempengaruhi kualitas pendidikan di masa yang penuh gejolak ini.
Paparan di atas pada akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa, kunci sukses menjadi guru di era digital terletak pada kemampuan guru untuk beradaptasi dengan perubahan, meningkatkan kemampuan pedagogik dan andragogik, menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, membangun komunikasi yang efektif, serta menjadi pembelajar mandiri dan terus berkembang.
Dengan memenuhi kunci-kunci tersebut, guru dapat menjadi pendidik yang andal dan mampu mengantarkan generasi muda menuju masa depan yang gemilang.
Soloraya, 05 07 2024
Kamis, 04 Juli 2024
Membangun Personal Branding
Dia selalu konsisten menunjukkan citra yang alami, seolah-olah memang begitulah Michelle Obama dalam keberadaannya yang cerdas, karismatik, mandiri, kuat, dan berperilaku baik. Respon masyarakatnya pun sangat baik. Hal ini turut didukung dengan latar belakangnya sebagai kulit hitam yang kerap dipandang sebelah mata sehingga ia kerap dianggap sebagai wakil minoritas. Berkat keberanian dalam bekerja serta jiwa sosialnya yang tinggi, Michelle Obama berhasil membangun personal branding yang positif secara global.
3.Hermanto Tanoko
Hermanto Tanoko pernah menjalani hidup yang begitu keras. Sejak usia muda, ia telah diajarkan berinvestasi oleh ayahnya melalui cara sederhana, yaitu melalui toko milik keluarganya. Hermanto juga turut membantu menjaga toko sederhana milik ayahnya sejak kanak-kanak. Di sana, ia mulai mempelajari pengetahuan produk, mengatur waktu belajar dan berbisnis, hingga mempelajari bagaimana cara agar bisnis bisa sukses. Berkat semangat kerja yang tinggi, sifat pekerja keras, tangguh, dan pantang menyerah, kini Hermanto Tanoko berhasil mendirikan 8 perusahaan subholding, yang terdiri dari 100 brand aktif yang mengelola 36 unit bisnis, dengan lebih dari 11.000 jumlah total karyawan.
4. Steve Jobs
Steve Jobs telah membuktikan kata-katanya melalui berbagai karya-karyanya. Sifat Steve Jobs yang pantang menyerah, ingin terus berkembang, tidak berorientasi pada uang, dan berani menjadi diri sendiri yang out of the box telah membuatnya menjadi sosok inspiratif dalam dunia pengembangan teknologi. Bahkan mungkin menjadikannya salah satu legenda. Bagi kamu yang berkarir di dunia branding agency sebagai pekerja kreatif, kualifikasi seperti ini sangat dibutuhkan.
Dengan adanya 4 sosok yang memiliki branding keren ini, apakah Anda siap membangun personal branding Anda? Yuk, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
Rabu, 03 Juli 2024
Menguak Tabir Penyakit Hati dan Solusinya dalam Islam
Selasa, 02 Juli 2024
10 Cara Efektif Belajar Diksi di Dunia Kepenulisan
10 Cara Efektif Belajar Diksi di Dunia Kepenulisan
Oleh: Sri Sugiastuti
Belajar menjadi seorang Penulis perlu proses. Salah satunya menguasai Diksi, atau pilihan kata, yang merupakan salah satu elemen penting dalam dunia kepenulisan. Penggunaan diksi yang tepat dapat membantu penulis menyampaikan ide dan gagasannya dengan lebih jelas, efektif, dan menarik bagi pembaca. Oleh karena itu, bagi para penulis, menguasai diksi menjadi sebuah keharusan.
Ada 10 cara efektif untuk belajar diksi di dunia kepenulisan:
1. Rajin Membaca Buku.
Satu cara terbaik untuk belajar diksi adalah dengan banyak membaca buku yang disukai dan berkualitas. Dengan membaca, kita berkesempatan belajar memilih berbagai macam pilihan kata yang digunakan oleh penulis-penulis andal. Hal ini sangat membantu memperkaya kosakata dan meningkatkan pemahaman tentang penggunaan diksi yang tepat.
2. Memperbanyak Kosakata
Semakin banyak kosakata yang dimiliki, semakin banyak pilihan kata yang dapat digunakan dalam tulisan. Kita dapat memperbanyak kosakata dengan membaca kamus, tesaurus, dan buku-buku yang membahas tentang bahasa. Menambah kosakata bisa belajar kata-kata baru dari percakapan sehari-hari atau dengan menonton film dan acara televisi.
3. Berlatih Menulis
Semakin banyak berlatih menulis, semakin banyak jam terbang menulis maka semakin terbiasa ketika memilih kata-kata yang tepat. Cobalah menulis cerita pendek, puisi, artikel, atau blog. Disarankan juga bisa mengikuti komunitas menulis online atau offline untuk mendapatkan masukan dari penulis lain.
4. Memperhatikan Makna Kata
Dalam tulisan banyak kata yang sama tetapi beda Sartinya atau Maknanya. Dan Setiap kata memiliki makna yang berbeda-beda. Perlu berlatih menulis banyak kalimat dengan memperhatikan Makna kalimat yang ditulis. Pastikan dapat memahami makna kata yang digunakan sebelum memasukkannya ke dalam tulisan . Salah satu caranya dengan mencari informasi tentang makna kata di kamus atau online.
5. Memperhatikan Konteks
Makna kata juga dapat berbeda-beda tergantung pada konteks penggunaannya. Pastikan memilih kata yang sesuai dengan konteks kalimat atau paragraf yang ditulis. Dengan memperhatikan Konteks maka diksi yang dikuasai semakin bervariasi, sehingga tulisan yang disajikan semakin diminati atau dirindukan.
6. Rajin Membuka Kamus dan Tesaurus
Kamus dan tesaurus dapat membantu penulis menemukan kata yang tepat untuk digunakan dalam tulisan sebuah tulisan. Kamus dapat memberikandan membantu memberikan definisi kata, sedangkan tesaurus dapat memberikan bermacam sinonim dan antonim kata yang akan memperkaya sekaligus mewarnai tulisan kita.
7. Berkonsultasi atau Berkolaborasi dengan Penulis Lain
Jika merasa kesulitan dalam memilih kata yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan penulis lain. Penulis lain dapat memberikan masukan dan saran tentang penggunaan diksi yang tepat dalam tulisan yangbakan dibuat.Dengan berkonsultasi penulis merasa lebih percaya diri untuk menuntaskan tulisannya.
8. Mengikuti Kelas Menulis
Ada banyak kelas menulis yang tersedia, baik online maupun offline. Baik gratis maupun berbayar. Kelas Belajar ini dapat membantu Penulis Pemula mempelajari diksi dan aspek-aspek lain dari penulisan yang baik.
9. Membaca Ulang atau Mengendapkan Tulisan.
Setelah selesai ditulis, bacalah kembali tulisan tersebut dengan seksama. Perhatikan penggunaan diksi juga pastikan telah memilih kata yang tepat. Penulis juga bisa meminta orang lain untuk membaca tulisan tersebut dan diminta untuk memberikan masukan.
10. Terus Menulis
Belajar diksi adalah proses yang berkelanjutan. Semakin banyak belajar, semakin baik penguasaan terhadap diksi. Teruslah membaca, menulis, dan berlatih untuk meningkatkan kemampuan dalam memilih kata yang tepat.
Dengan mengikuti 10b tips-tips di atas, maka belajar diksi dengan lebih efektif akan meningkatkan kualitas tulisan. Ingatlah bahwa diksi adalah salah satu elemen penting dalam dunia kepenulisan, dan menguasai diksi dapat membantu Penulis menjadi penulis yang lebih baik.
Bagaimana dengan tulisan pembaca hari ini?
Soloraya, 02 07 2024