Senin, 04 Maret 2024

Ketika Tangan Allah Bekerja

Saat healing tadabur alam di kawasan hutan menuju Paralayang Kemuning ( dokpri)

Ketika Tangan Allah Bekerja

Oleh: Sri Sugiastuti

Acin yang selalu ibu peluk dalam doa.

Terima kasih semalam sudah bisa ngobrol sama bapak dan ibu via vicall sambil leyeh-leyeh di kamar. Bapak seperti bisa selalu flash back dengan cerita zadulnya saat SR kelas 5 di desa dan hijrah ke Solo. Betapa bangganya dia yang anak desa bisa jadi juara karena selalu banyak bertanya. Sementara temannya yang anak kota selalu membullynya. "Dasar cah ndeso kebanyakan bertanya!"

Kalau cerita ibu beda lah. Acin paham ya, bapak ibu tidak punya "gerobak" untuk transportasi ke luar kota. Mas  Ndaru rempong sama mertuanya yang sakit,  mbak Ratih dan kantornya juga kegiatan anak- anaknya. Bapak sebagai penasihat ibu yang harus didengar sarannya. "Rental plus plus dan jangan merepotkan anak." Ide bagus tinggal telpon mas rental, beres. Ternyata kenyataan tidak sesimpel itu.

Bapak ngga ikut, tetapi ada tante Wiwik dan cucunya dari Malang, dan juga tante Nesi dan Amor anaknya yang dari Yogya. Mas Adi rental ngga bisa bantu, mobilnya keluar semua maklum weekend. Ngga kurang cara ibu hubungi nomor WA driver grab yang ibu simpan, masih belum beruntung karena posisi Amor masih di yogya dengan acara penguatan mental jelang ujian SMA. Ibu ngga bisa kasih estimasi waktu.

Usai salat asar dan zikir petang, ibu selonjoran. Tante Wiwik sama Tante  Nesi malah ngeluyur dari stasiun Balapan ke stasiun Klaten PP. Ibu santai saja menunggu mereka pulang dan nunggu kabar Amor. Pasti ada solusi dan malam tetap sampai harus sampai Segoro Gunung (nama desa di bawah bukit paralayang Kemuning Karanganyar). Acara gathering keluarga yang sudah dirancang sebulan yang lalu.

Bapak yang paham medan dan lokasi desa itu, karena dulu zaman jadi guru hampir tiap tahun Kemah dan hiking di desa  Segoro Gunung. Bapak pun mulai banyak pesan ini itu. Ibu sudah berkaos warna hijau harus ganti. Apalagi kiriman video dari bude Nunuk kalau disana sudah turun kabut dan baru saja turun hujan. Nah jiwa petualangan ibu mulai terbakar. Terbayang kelap kerlip kota Solo dan Karanganyar bila dinikmati dari vilanya Tante Yanti. Belum lagi celoteh tante- tantemu yang seumur dengan ibu.

Ibu balas chat bude Nunuk ehh,... ternyata tante Wiwik pulang sudah ready dengan mobil plus driver yang siap ngantar Ibu dan grupnya meluncur ke Segoro Gunung. Awalnya Ibu under estimate  dengan penampilan drivernya yang seperti tukang sayur tetapi berjaket kulit. Tetapi waktu Ibu masuk mobil dan duduk di samping driver. Wow nyaman banget itu mobil Avanza terbaru 2023. Allah memberi  kesempatan memanfaatkan sarana yang ada, ya harus disyukuri,  yang penting ibu menikmati kenyamanan ini.

Mobil sudah meluncur ke stasiun. Si Amor belum masuk stasiun Balapan, azan magrib berkumandang. Ibu ambil inisiatif salat dulu di masjid stasiun Balapan yang bersih dan megah. Karena buru- buru ibu ngga ambil tas mukena. Ehh... saat ibu selesai wudhu, ada petugas yang sedang ganti mukena bersih dan wangi. Ibu pun salat dengan nyaman. Usai salat ibu ngarep pengen salam tempel ke petugas tadi, sekadar memberi kejutan kecil ke mba petugas tadi. Ibu clingak- clinguk.  Mbanya ngga ada, duh ibu menyesal banget. Alhamdulillah saat ibu mau pakai sepatu, mbanya nongol di depan ibu. Langsung salam tempel dong. Dan rasanya plong. Ibu bahagia, dia juga bahagia.

Sore ini ibu banyak belajar dari orang- orang yang ibu jumpai. Mereka bagian dari orang- orang yang dikirim Allah  untuk ibu gaul dan bersinergi. Sebenarnya kalau kita mau merenung, apa pun yang terjadi dan menyadari, saat kita melibatkan Allah semua terasa nyaman dan Teduh.

Soloraya, 04 03 2024




Minggu, 18 Februari 2024

Bertabur Jenang di Festival Jenang Solo


Bertabur Jenang di Festival Jenang Solo

Oleh: Sri Sugiastuti

Sabtu tanggal 17 Februari  2024 menjadi hari istimewa.  Bukan karena imbas  pasca pesta demokrasi atau masih suasana  hari kasih sayang di tanggal 14 Februari. Tepatnya tadi pagi ada Festival Jenang Solo  di Koridor Ngarsapura, Jl. Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Solo. Sebenarnya Festival ini sudah menjadi agenda tahunan yang selalu digelar dengan meriah.

Alhamdulillah ada nikmat sehat dan nikmat sempat. Pak Suami kali ini antusias. Kami pun pada pukul 8.30 sudah merapat di parkiran motor, yang tidak terlalu jauh dari lokasi acara digelar. Acara sudah dimulai. Tarian pembuka oleh penari yang  bernuansa Nusantara ikut memerahkan Festival Jenang Solo tahun 2024.


                             Suasana saat pembukaan Festival jenang Solo 2024,docpri

Festival Jenang kali ini diadakan juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-279 Kota Solo yang jatuh pada 17 Februari 2024. Selain itu  bertepatan dengan memperingati Mangayubagya Jumenengan K.G.P.A.A. Mangkunegara X. Pak Heru Mataya Pegiat Yayasan Jenang Indonesia, mengatakan penyelenggaraan sengaja dilaksanakan pada HUT Kota Solo sebagai pengingat warga tentang hari lahir kota Solo.

Pesta jenang dilakukan usai rombongan kirab lewat dan membagikan jenang secara simbolis di panggung utama.  Tampak Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, dan Pengageng Parentah Keraton Surakarta Hadiningrat Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Dipokusumo hadir di acara ini.


                                  Bersama komunitas Rotary club usai Festival Jenang

Makna jenang dan angka 17 Menurut Pemerhati budaya Solo Tunjung W Sutirto, jenang adalah warisan budaya berupa benda/ makanan  yang sangat simbolik. “Dulu pada 1742, saat boyongan( pindahan) dari Keraton Kartasura ke Surakarta, disimbolkan dengan jenang. Jumlahnya 17 macam jenang. Angka 17 sangat maknawi.  Angka 17 menurut Keraton Mataram Islam di Kartasura, terdiri dari angka 1 yang berarti keesaan Tuhan dan 7 adalah siklus hidup satu pekan dan jumlah langit dalam Islam. “17 juga menjadi tanggal hari jadi Kota Solo, 17 juga hari kemerdekaan Indonesia. Jadi, ada jenang jumlahnya 17 untuk memaknai simbol. Adapun jenang bermakna kehidupan.

                              Acara inti memaknai Jenang untuk simbol  kehidupan docpri

Jenang tidak pernah dibuat saat ada orang meninggal dunia. Tetapi setiap orang yang hidup, mulai dari lahir sampai menikah, selalu ada jenang. Selain itu, jenang berasal dari bahasa Arab, yakni jannah yang berarti surga. Oleh karena itu, masyarakat Jawa harus memegang makna halus ini.

Aneka jenang gratis.

Saat pembagian jenang dimulai, masyarakat langsung mengerubungi tempat-tempat pembagian jenang. Alhamdulillah kami berhasil menikmati  berbagai jenang aneka rasa.

1.Jenang Katul. Jenang yang terbuat dari katul dicampur dengan gula jawa. Saat disajikan disiram santan yang sudah dimasak.

2. Jenang Pandan Nangka. Berwarna hijau cantik dengan campuran buah Nangka. Bertekstur lembut.Ada 2 kuah ( juruh) santan dan gula merah.

3.Jenang  Terik. Dengan rasa gurih lembut. Terik semacam sayur  bersantai yang berisi tahu, ayam, telur dibumbu agak pedas gurih menyelera.

4. Jenang Sumsum.Terbuat dari tepung beras dan santan. Berwarna putih. Saat mau dimakan disiram juruh (air gula jawa)

5.Jenang sambal goreng. Semacam bubur nasi yang lembut diberi sayur bersantan yang berisi  krecek, telur puyuh dan tahu, bisa juga kacang tolo.

6.Jenang grendul. Jenang ini berwarna coklat karena menggunakan gula jawa. Ada butiran/ grendul sebesar kelereng yg terbuat dari tepung ketan, rasanya kenyal.

7. Jenang Tumpang. Bubur nasi yang dimakan campur sayur tumpang. Sayur atau sambal berbahan dasar tempe semangit/ bosok. Dengan aneka bumbu dapur yang khas.  Pelengkapnya ada sayuran rebus seperti kenikir, bayam, tauge, dan kacang panjang.

8. Jenang Ketan Hitam. Bahan dasarnya ketan hitam, dan saat disantap bersama kuah santan.

9. Jenang mutiara atau jenang cantik manis. Tampilannya memang menyelera.  Bahan dasarnya sagu yang bentuk nya bulatan- bulatan kecil saat dibuat dicampur dengan gula. Disantap bersama air santan yang gurih.

10.Jenang Pati Garut. Jenang lembut yang Bahan dasarnya tepung Garut. Jenang ini bisa dikonsumsi penderita sakit maag atau lambung.


Masih ada jenang cenil, jenang candil, jenang sagu dan
jenang yang lain bagian dari berbagai jenang yang dimodifikasi dengan kacang hijau dan jenis lain.

Pengisi stand jenang gratis dari berbagai instansi. Ada yang dari Kelurahan,  hotel, juga berbagai komunitas seperti Rotary club, PKK, Rumah Cerdas dan lain-lain.

Festival yang digelar dari pukul 8.00- 11.00 cukup meriah dan berkesan. Even ini bisa menambah daya tarik wisata ke kota Solo.

Surakarta Hadiningrat,  17 02 2023



Kamis, 26 Oktober 2023

HIDUP BAGAI TALANG

Hidup Bagai Talang

Sri Sugiastuti 

Bisa berbagi pada yang lain. Sudahkah kita lakukan? Pertanyaan itu menohok hati Bu Kanjeng. Kadang merasa sugih dewe, pinter dewe, nguyu dewe. Itu juga susah. Jadi sebaiknya kita itu pandai - pandai berbagi pada yang lain. 

Ada perumpamaan yang cantik dari sebuah lampu. Ya Lampu bisa menyalurkan pada yang lain. Ada saklar mahal kalah dengan saklar murah bila tidak bisa menyalurkan sia-sia. Jangan sampai malu karena ada tuntutan dari tetangga
Pasti tidak bisa tidur. 

Artinya tidak  mukmin bila ada tetangga yang masih lapar. Pernahkah ngabsen tetangga  yang belum  makan. Disinilah, fungsi  kekhalifahan harus hidupkan. 
Kita harus bisa sebagai penyalur kasih sayang Allah. 

Banyak cara yang bisa dilakukan. Contoh kecil dan sepele yang dilakukan teman Bu Kanjeng seorang guru di sekolahnya. Hampir tiap Jumat, ada saja yang dibawa ke Sekolah untuk berbagi dengan teman-temannya. 

Bu Kanjeng tidak kaget, karena memang sering menerima dan langsung disalurkan. Layaknya sebuah talang yang menyalurkan apa yang sudah diterima. Ada 2 kg mie basah, 3 ikat sawi sendok, dan 5 ikat besar bayam cabut. 

Otak  Bu Kanjeng langsung bekerja. Ini Jumat barokah, gizi santri TPA pun harus dipikir. Secepat halilintar menu menari di benaknya. Untuk guru karyawan mie goreng dan pecel oke. Untuk santri TPA nanti sore, nasi goreng dan bola- bola daging giling. Lalu yang mengerjakannya siapa Bu Kanjeng? Mungkin ada pertanyaan itu ya? Bagi- bagi tugas sesuai tupoksi masing- masing. Ada ibu kantin yang biasa ia mintai tolong. Artinya Bu Kanjeng bisa berbagi lagi. Berbagi pekerjaan tepatnya. 

Setelah jelas perintahnya. Bu Kanjeng beralih ke tugas lain. Ia ingin silahturahmi ke rumah besannya yang menderita kanker. Sejak idul fitri Bu Kanjeng belum berkunjung lagi. Ia tidak ingin menyesal karena menunda. Senin lalu hal itu terjadi. Ia mengingkari kata batinnya. Sudah direncanakan Sabtu akan menengok besannya yang juga menderita kanker stadium lanjut. Bu Kanjeng menunda karena ada kegiatan lain. Nah penyesalan pun datang. Allah memanggilnya untuk menghadap- Nya.

Padahal Bu Kanjeng paham mendoakan dan mengunjungi orang sakit itu wajib hukumnya. Sekaligus sebagai pengingat betapa rezeki sehat itu sangat berharga. Selain Itu juga sebagai introspeksi diri bahwa di saat kita diberi ujian sakit, maka materi itu tidak ada nilainya. 

Maka hiduplah seperti talang yang bisa menyulurkan apa yang sudah didapat. Ada juga yang memberi perumpamaan bahwa rezeki itu bak air yang ada di dalam sumur. Tidak boleh ditimbun. 

Sumur bila tidak ditimba, maka air itu akan tidak enak, bau, airnya pun keruh. Begitu juga rezeki yang kita peroleh, bila ditumpuk pasti mubajir. 

Gambaran hidup bagaikan talang membuka wawasan Bu Kanjeng untuk selalu bisa berbagi dan bersyukur punya kesempatan memikirkan orang lain.Bu Kanjeng yakin hidupnya pun sudah ada yang mikir. 

Bagaimana menurut anda? 

Soloraya, Jumat 7 Agustus 2020

Mendidik Dengan Hati




 
Perjuangan seorang ibu belum selesai bila ia tidak mengajarkan anaknya bersikap lemah lembut, menghormati orangtua, dan  berbakti kepada orangtua. Anak harus dipahamkan bagaimana kelak ia bersikap kepada kedua orangtuanya. Bersikap sesuai dengan yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Anak harus mengerti keutamaan berprilaku hormat kepada orangtua. Bagaimana ia  berprilaku hormat (berbakti) kepada orang tuanya, diantaranya : Amal yang paling utama dan sangat di cintai oleh Allah adalah berbakti kepada orang tua, sholat tepat pada waktunya dan berjihad di jalan agama Allah SWT. Untuk  meraih itu 
semua orangtua harus bisa mendidik dengan hati, penuh kasih sayang dan lemah lembut.
Hal tersebut di atas sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, bahwa pada suatu ketika salah seorang sahabat Nabi bernama Abdullah bin Mas’ud mengajukan pertanyaan kepada Nabi Muhammad SAW;

”Wahai Rasulullah, amal perbuatan apakah yang paling utama di cintai Allah ?” Beliau menjawab: ”Shalat tepat pada waktunya.” Abdillah bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah ?” Rasulullah menjawab, “Berbakti kepada orang tua”. Abdillah bertanya lagi; “Selanjutnya apa, wahai Rasulullah?” Dan Beliau menjawab:”Berjihad di jalan Allah”.
 
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda : “Bertakwalah kepada Allah, dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, berhajilah ke baitulah dan berumrah, berbaktilah kepada kedua orang tua, muliakanlah tamu, tegakkanlah amal ma`ruf dan cegahlah kemunkaran” Dalam riwayat lain Nabi SAW bersabda : “Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun dan berbaktilah kepada orang tuamu, janganlah kamu bersuara keras dihadapannya”.

Jangan lupa anak juga harus tahu keutamaan berbakti kepada orang tua, Ini sebagai modal kesuksesannya di dunia dan di akhirat diantaranya;

·       Berbakti dan berlaku hormat kepada orang tua dapat melebur dosa-dosa besar, hal ini sesuai dengan kisah Ibnu Abbas yang diceritakan kepada Atha’ bin Yasar.
·         Berbakti dan hormat kepada orang tua dapat memberikan keberkahan hidup. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Anas bin Malik RA : ”Barang siapa yang berbakti kepada orang tuanya, maka ia akan memperoleh kebahagian, panjang umur dan senantiasa mendapat berkah dari Allah SWT”.

·         Berbakti dan hormat kepada orang tua menyebabkan mendapat telaganya Nabi Muhammad SAW di syurga. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Imam Hakim dari Abu Hurairah. “.....berbaktilah kepada orang tuamu, tentu kelak anak-anakmu akan berbakti kepadamu.........apabila kamu melaksanakan hal itu, niscaya ia akan mendatangi telagaku (Nabi) di syurga”
·         Berbakti dan hormat kepada orang tua menyebabkan seseorang mendapat kedudukan dan derajat yang tinggi di syurga. Hal ini diriwayatkan oleh Imam Nasa’i dari Aisyah RA.


·         Berbakti dan hormat kepada orang tua akan menyebabkan masuk syurga.
Hasil yang akan diterima oleh anak bila hormat dan berbakti pada orangtua ia akan memperoleh keberkahan hidup, kebahagiaan lahir batin dan menjadi orang yang beruntung. Hidupnya  sangatlah tergantung bagaimana ia berprilaku terhadap orangtuanya. Semakin tinggi rasa hormat, bakti dan taat maka keberkahan hidup semakin luas menyertainya.



Sabtu, 11 Februari 2023

Ada di Tingkat Manakah Kecerdasan Anda?


Ada di Tingkat Manakah Kecerdasan Anda?


Mari kita renungkan level kecerdasan kita ada di tingkat yang mana.

“Manusia yang paling bertaqwa ia diberikan anugerah Kecerdasan Wahyu oleh Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa, sedangkan manusia yang paling kafir (ingkar) diberikan Kecerdasan Lahwu oleh Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa, yakni sebuah kecerdasan yang SAMA atau LEBIH BURUK dari kecerdasan yang dimiliki oleh binatang ternak.

Kira-kira dimanakah kecerdasan kita hari ini berada? Mari kita selidiki. ( hehehe ngga mau kalah sama KPK ya)
Kecerdasan Wahyu (KW) Secara sederhana, KW ini adalah ketika seorang hamba tidak lagi sedikitpun menuntut sesuatu dari Tuhannya kecuali hanya Ridho dari-Nya. Dia tidak lagi bermain di titik hasrat dan keinginan dunia. . Ia hanya membutuhkan Allah, dan ia mampu bertemu dengan Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa dalam masa hidupnya. Dan keberadaan KW ini telah dipraktekkan oleh Para Nabi, special for Nabi Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wa sallam ketika peristiwa Isro’ Mi’raj-nya.

Kecerdasan Ruh (KR) adalah Kecerdasan Wahyu yang diberikan kepada manusia selain para Nabi Khusus dan Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam. Tepatnya Wahyu disini lebih merupakan Ilham dari-Nya.

 Kecerdasan Ruh bisa diberikan kepada wali-wali-Nya atau diberikan kepada orang-orang yang beriman yang mencintai amalan-amalan yang sunnah karena Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa. Inilah sebuah kecerdasan yang langsung “ditiupkan” oleh Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa kepada para hamba-Nya yang beriman mantap. 

Dan Kecerdasan ini tak mungkin didapat oleh orang yang sekadar ahli pikir dan ahli metafisik tanpa pernah mengikuti jejak Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam yang telah memberikan berbagai contoh amalan wajib dan sunnah.

Kecerdasan Alam Semesta (KAS) Kecerdasan Alam Semesta ini berpijak pada konsep Sunnatullah dimana hukum-hukum alam yang universal berlaku untuk semua individu yang ada di alam semesta ini. Bagi siapa pun yang dapat memahami rahasia hukum alam ini, maka insya Allah hidupnya akan mencapai kesuksesan di dunia. Contoh penggunaan hukum alam adalah pada Hukum Kekekalan Energi (HKE), yang menghasilkan istilah Epos (Energi Positif) dan Eneg (Energi Negatif). Untuk masalah hukum alam ini, Anda dapat membacanya lebih lanjut di buku “Kubik Leadership”, “Quantum Ikhlas”, “Spiritual Sinergi Semesta”, “The Secret” atau yang lainnya.

Kecerdasan Fuad (KF) KF adalah kecerdasan yang lahir melalui pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar adalah gudang informasi yang tersusun secara otomatis rapi sebagai karunia-Nya yang mana informasi ini berasal dari lingkungannya. Pikiran bawah sadar kita memiliki kekuatan yang luar biasa (padahal sih biasa-biasa saja dihadapan Allah), karena ia mampu menampung semua informasi, kenangan dan memori yang pernah diserapnya sejak lahir hingga hari ini. 

Ketika pikiran sadar telah melupakan kenangan itu, tapi pikiran bawah sadar masih mampu mengingatnya dan mengenangnya. Mengapa demikian? Karena kenangan yang dominan mudah muncul melalui pikiran bawah sadar adalah kenangan yang berisi emosi yang tinggi, dan biasanya emosi yang tinggi identik dengan emosi negatif, sehingga orang yang menggunakan kecerdasan bawah sadar akan mudah terperangkap dengan berbagai emosi negatif lainnya. 

Sebetulnya, yang Anda butuhkan adalah kenangan yang beremosi rendah, atau kalau perlu kenangan yang beremosi netral, tidak menyakitkan dan tidak pula membanggakan, sehingga keputusan yang Anda ambil kelak akan lebih mudah berada dalam bimbingan-Nya.

Kecerdasan Qolbu (KQ) KQ atau juga sering disebut sebagai SAR (Sistem Aktivasi Retikular) atau Critacal Factor atau Critical Area, adalah sebuah pintu masuknya informasi baru dari pikiran sadar (Shodr) menuju pikiran bawah sadar (Fuad), atau masuknya informasi lama (kenangan) dari pikiran bawah sadar menuju pikiran sadar. Jika pintunya terbuka maka akan mudah masuknya, dan jika pintunya tertutup maka akan susah masuknya. Dan terbuka atau tertutupnya pintu SAR sangat tergantung dari rasa keberterimaan atau rasa berserah dari jiwa orang yang diamanahi SAR tersebut. Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa adalah Zat yang paling berhak membuka dan menutup pintu SAR. Jika seorang hamba berserah pada Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa sepenuhnya, maka pintu SARnya akan dibuka-tutupkan oleh Allah sesuai dengan keperluan. 

SAR yang selalu tertutup ibarat kita memiliki Qolbu yang mati, dan SAR yang selalu terbuka pun akan membuat hidup kita menjadi tidak memiliki pendirian yang jelas, hilanglah ketegasan. Itu sebabnya, kecerdasan Critical Area ini sangat bergantung dari tingkat keberserahan diri seseorang dan kepada siapa dia menyerahkan dirinya, dengan kata lain, kepada siapakah dia ber-Tuhan.

Kecerdasan Shodr (KS) Kecerdasan Pikiran Sadar adalah kecerdasan manusia ketika menggunakan otaknya secara lebih utuh dengan memarjinalkan fungsi hatinya atau bawah sadarnya. Kecerdasan pikiran sadar identik dengan kecerdasan logika dan sinergis dengan Kinerja Otak Kiri. Pikiran sadar ini memang kadang agak lancang, hampir saja ia mengambil alih semua keputusan yang ada dari setiap masalah. Pikiran sadar ibarat striker dalam tim sepak bola.

Pikiran sadar mengambil keputusan akhir dari semua informasi yang diterimanya. Namun demikian, sebagai striker, dia sering mengalami stress jika tidak ditopang oleh suplai bola informasi yang tepat. Dia seringkali gagal mencetak gol, padahal kesempatannya begitu banyak. Dia bingung harus berada di posisi yang mana agar ia pas positioning-nya tatkala menerima umpan, sehingga ia cukup tinggal bergerak sedikit saja untuk menggolkan bola ke jala gawang lawan. 

Pikiran sadar yang berprofesi sebagai striker tunggal ini, seringkali turun ke belakang untuk menjemput bola. Alih-alih mencetak gol, eh dia malah merecoki pikiran bawah sadar. Wah, tidak mudah ya.

Kecerdasan Lahwu (KL) Lahwu artinya “permainan” atau “senda gurau”. Di dalam Al-Quran dijelaskan bahwa “Sesungguhnya Kehidupan ini hanyalah Permainan dan Senda Gurau…(Q.S. 47:36)”. Dan hari ini tidak sedikit yang “terjebak” pada kondisi Lahwu ini.
KL adalah kecerdasan level terendah bahkan bisa lebih rendah dari kecerdasan binatang ternak. Kecerdasan Lahwu hadir ketika ia sudah mulai mengabaikan kecerdasan tertinggi, yakni Kecerdasan Wahyu hingga Kecerdasan Shodr. Ia hanya berimam kepada hawa nafsunya yang disupiri oleh iblis laknatullah.

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S. 7:179)”

Bu Kanjeng manggut manggut, berat juga ya nich bacaan “ Aku mudeng opo ora yo?” Batinnya berkata.

Ternyata ini tho yang mau dibahas oleh sahabatnya di Spiritual Sinergi Semesta .
Sedang yang di atas tadi adalah intermezo sejenak sebelum mengupas tuntas tentang kecerdasan ini. Memang seperti itulah teman Bu Kanjeng kalau nulis rada nyeleneh.

Akhirnya Bu Kanjeng memutuskan untuk memposting tulisan ini, semoga tidak dicurigai sebagai pembohong, plagiator, penulis asongan, amatiran, penulis majalah dinding, penulis fiksi atau apa lah terserah. Bu Kanjeng hanya ingin menularkan apa yang sudah dibaca dalam bentuk tulisan untuk sahabatnya di blog pribadinya. 

Surakarta Hadiningrat, 
12 Februari 2023

Rabu, 22 April 2020

YUK NGEBLOG


Sri.Sugiastuti  

Kesempatan ngga akan datang dua kali. ” kalimat itu selalu jadi semangat Bu Kanjeng dalam melangkah. Siang itu tanggal 8 September 2019, sebenarnya jadwal bu Kanjeng padat merayap. Tetapi karena sudah komitmen di Emak Blogger untuk gabung di acara beauty class ala LTPro Latulipe, maka rasa ngantuk dan capek karena semalaman di kereta api, dan pagi hari sambung ke resepsi pernikahan ya ngga masalah. The show must go on.

Pukul 14.00 lebih sedikit Bu Kanjeng sudah meluncur ke Paragon mall. Kebetulan ngga jauh dari rumahnya. Ia langsung duduk di kursi yang masih kosong. Terlihat nuansa hitam seperti dress code yang sudah disepakati. Di atas panggung sudah ada mba MC yang akan memandu acara beauty class ala LTPro yang mengangkat tema hijaber berpesta dengan sentuhan LTPro Latulipe.

Bu Kanjeng salah satu peserta yang paling tua. Ia berprinsip bahwa cantik bukan hanya milik kaula muda. Maka dengan penuh perhatian step demi step apa yang diajarkan secara massal sore ini diikuti bu Kanjeng dengan serius.

Tahapan make up muka dengan berbagai lapisan sudah diikuti. Nampak beda wajahnya yang dipoles itu. Untuk pembuktian bahwa make up itu awet, perias wajah itu menepuk berkali- kali wajah model itu. Dan memang tetap awet dan tidak luntur. Hasil make itu, sa gat luar biasa. Tidak menor tapi nampak natural dan alami.

Bagaimana mana dengan make up bu Kanjeng? Lumayan keren walau tanpa perona wajah dan bulu mata palsu. Bu Kanjeng saat kesulitan saat membuat alis mata. Terus terang membuat alis mata itu, salah satu yang paling susah. Bu Kanjeng peu dibantu beauty consultan dari La Tulipe agar bisa membuat alis dengan benar

Wow ternyata hasilnya luar biasa. Walaupun Bu Kanjeng tidak pede dengan  alis yang tebal itu. Untuk riasan wajah Bu Kanjeng puas dengan LTPro super duper itu. Bu Kanjeng jadi mikir ingin punya sesuatu dari LTPro yang ada. Akhirnya ada 3 produk yang dibawa pulang bu Kanjeng. Ada Longlasting matte lip cream nomer 08. 

Wah itu keren banget. Karena warnanya ngga norak, ngga menor. Natural seperti warna bibir. Ada juga pencil eye liner yang menurut Bu  Kanjeng sangat penting. Matanya yang sudah mulai menciut dimakan usia bila di garis atas bawahnya dengan pensil itu terlihat lebih tajam. Satu lagi yang dibeli Bu Kanjeng bedak padat khusus untuk sentuhan terakhir make up wajah.

Yes, bu Kanjeng pulang dengan membeli tiga produk LTPro Latulipe yang keren. Alhamdulillah sesekali me time dengan belanja kosmetik memang asyik.

Bu Kanjeng sempat juga memberikan testimoni ketika menggunakan produk LTPro dan mengikuti beauty class singkat tadi. Kesannya dia sangat senang lah. Ia banyak belajar bagaimana bermake up yang benar. Juga pentingnya menyamakan kekurangan yang ada di wajah dengan polesan yang benar. Ia jadi paham agar bermake up tidak menor dan norak.

Hati Bu Kanjeng tambah gembira ketika menerima goodie bag saat berpamitan dan diintip apa isinya. Ternyata ada bedak padat, spray wajah dan pembersih make up yang sangat keren. Alhamdulillah, ini rezeki nenek yang selalu mau belajar dan penuh semangat untuk dapat ilmu dari mana saja sumbernya.

Ini. uga salah satu alasan.Bu Kanjeng jadi Blogger.sejati

Paragon Mall.
Medio Sept 2019
Repost.http://astutianamudjono.wordpress com

Sabtu, 04 Juni 2016

Hadiah Terindah Untuk Kaum Muslimah

Salam, Sahabat yang dimuliakan Allah. Apa kabar semoga Allah selalu memberi kemudahan dalam menggapai Ridhanya. Sebagai obat rindu lama tidak berinteraksi di blog saya ingin berbagi di malam ini. Berharap bisa sebagai pengingat dan memberi motivasi

. “Dan diantara ayat-ayatNya adalah diciptakanNya untukmu istri-istri dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Ruum:21).

Ini ayat popular yang sering kita temukan di selembar undangan perkawinan. Diantara pempelai dijadikanNya rasa cinta dan kasih sayang. Modal untuk membina keluarga. Langgeng tidaknya suatu perkawinan tergantung pasangan itu sendiri dalam merawatnya. Pasangan itu harus berusaha dengan caranya dan komitmennya agar perkawinan mereka adem ayem, sakinah mawadah warohmah. Sudah selayaknya kita sadari bahwa, cinta adalah anugerah yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya, dan inilah yang disebut cinta yang hakiki atau cinta sejati. Allah-lah pemilik cinta, Allah-lah yang menjadikan cinta antara suami-istri.

 Setiap istri tentu ingin perkawinannya langgeng dan tetap saling mengasihi sampai akhir hayat.ini lah tips khusus agar disayang suami.

 1. Berusaha sekuat tenaga untuk mentaati dan menjalankan perintah Allah serta menjauhi laranganNya. Yang artinya anda harus menjadi wanita yang solehah. Karena Harm bin Hayyan, seorang ulama di masa Khalifah Umar bin Khattab ra berkata, “Tiada seorang hamba yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, melainkan Allah akan mendekatkan hati orang-orang mukmin kepadanya, dan istri yang senantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah, maka Allah akan mendekatkan hati suaminya kepadanya sampai ia mendapatkan cintanya.” 

 2. Berbakti kepada suami. Sehingga memiliki peluang jadi penghunu surga.”Apabila seorang perempuan menunaikan shalat, puasa, memelihara kemaluannya dan berbakti, mentaati suaminya, dia akan masuk syurga.” (HR al-Bazzar). Istri seperti ini memiliki nilai yang tinggi di mata suaminya dan akan selalu dicintai suaminya. 

 3. Sederhana.Tidak banyak menuntut, menerima dengan rasa syukur betapapun sedikitnya pemberian suami, dan tidak berlebihan dalam membelanjakan nafkah yang diberikan suami. Bila Anda sanggup selalu bersikap seperti ini, cinta suami akan selalu tercurah untuk Anda.

 4. Kenali kecenderungan suami Anda, apakah ia menyukai penampilan yang wah atau yang sederhana? Kemudian setiap bersamanya, sesuaikan penampilan Anda dengan kecenderungannya itu. “Sebaik-baik perempuan adalah yang menyenangkanmu bila engkau memandangnya, mentaatimu bila engkau perintahkan dan menjaga dirinya dan hartamu bila engkau tidak di rumah” (HR Thabrani).

 5. Berusahalah untuk tetap sabar dan menahan diri untuk tidak menyakiti hati suami Anda. “Tidaklah seorang perempuan menyakiti hati suaminya di dunia, melainkan bidadari calon istrinya (di akhirat) berkata, “Janganlah engkau sakiti dia, Allah membencimu. Sesungguhnya dia disisimu hanya sementara waktu, dan akan berpisah darimu untuk berkumpul dengan kami.” (HR Ahmad).

 6. Dampingilah suami anda dalam suka dan duka. Jangan berlakukan falsafah “Ada uang abang sayang, tak ada uang abang ditendang” Apapun keadaan yang dialami suami Anda, berusahalah menjadi pendampingnya yang setia. Disaat suka menjadi pengingat agar suami tidak terlena, disaat duka menjadi pelipur lara. 

 7.Jadi partner yang menyenangkan di kamar tidur. Banyak perempuan masih merasa malu untuk bersikap agresif meski kepada suaminya sendiri. Ini karena adanya anggapan bahwa perempuan yang agresif terkesan murahan dan tidak terhormat. Tentu saja anggapan ini tidak berlaku untuk seorang istri yang agresif kepada suaminya sendiri. Belajarlah cara dan teknik menyenangkan suami di tempat tidur dan Anda akan mendapati suami selalu melimpahkan cintanya untuk Anda! 

 Selamat mencoba ya Bila ke tujuh tips ini sudah anda coba tapi suami anda tetap tidak sayang pada anda, jangan putus asa. Mungkin Allah masih menguji anda justru ras tidak sayang suami anda bisa menjadi ladang ibadah anda. Yakinlah kelak di kampung akherat anda akan bertemu bidadara yang lebih tampan dan saleh daripada suami anda.