Sabtu, 21 September 2024

Spirit Kemerdekaan untuk Guru Inspiratif

Spirit Kemerdekaan untuk Guru Inspiratif
Oleh: Sri Sugiastuti

Setiap tanggal 17 Agustus, saat diperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia, selalu menarik untuk melakukan refleksi kebangsaan. Sebagai seorang guru inspiratif, kita punya cara tersendiri untuk memperingati dan merefleksi diri. 

Guru inspiratif (inspiring teacher) adalah "ruh" bagi lembaga pendidikan. Guru inspiratif menduduki level tertinggi setelah excellence teacher, good teacher, dan medium teacher.

Kehadiran guru inspiratif menjadi penggerak roda pendidikan untuk berlari kencang. Mereka mampu menumbuhkan daun-daun harapan yang layu. Menggerakkan kaki pendidik lain yang mulai lemas. Mendorong para tenaga kependidikan yang  berjalan terseok-seok. Menaikkan reputasi yang memudar. Menghidupkan simpul-simpul energi yang mati, serta membangkitkan cita-cita yang mulai terabaikan.

Guru inspiratif adalah guru yang mampu menjadi simpul perubahan bagi murid-murid atau lingkungannya untuk arah pendidikan yang lebih baik dan produktif. Dalam teori metafisis, guru inspiratif akan menjadi magnet luar biasa yang menggerakkan energi alam.

Bagi seorang guru spirit kemerdekaan dapat membangkitkan sisi kejuangan sebagaimana para "founding fathers" berjihad membebaskan kolonialisme. Dalam konteks pendidikan, kemerdekaan bisa berarti sebagai starting point lahirnya guru-guru yang merdeka dan inspiratif untuk melejitkan kualitas pendidikan nasional.

Berdasarkan berbagai referensi, guru inspiratif dapat dicirikan pada beberapa karakteristik sebagai berikut:
Pertama, guru yang sejak awal mendedikasikan diri menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewaris nabi. Yaitu, orang yang memiliki niat suci menjalankan tugas kenabian (profetik) dalam menyampaikan ilmu dan mendidik budi pekerti umat (masyarakat). Sebagaimana tugas para nabi, seorang guru betul-betul ikhlas "mewakafkan" dirinya sepenuh jiwa untuk menciptakan generasi unggul dan gemilang, seperti cerita sosok ibu Muslimah dalam film layar lebar, Laskar Pelangi. Rasulullah adalah sosok ideal sebagai guru inspiratif. Beliau diberi tugas oleh Allah untuk menyampaikan ilmu dan mendidik akhlak umat (innama bu'itstu liutammima makarima al-akhlaq). Berbagai metode dan pendekatan yang digunakan Rasulullah mampu melahirkan generasi terbaik sepanjang sejarah umat manusia, yaitu lahirnya para sahabat nabi yang cerdas, berwawasan, dan berakhlaqul karimah.
Mengacu pada QS: Al-Jum'ah: 2, tugas profetik guru ada tiga, yaitu (1) membacakan ayat-ayat Tuhan, baik yang kauniyah maupun qauliyah. Artinya, guru berkewajiban memberikan insight tentang aspek keilahian. (2) menyucikan (jiwa-jiwa) anak didiknya dalam arti membentuk karakter yang baik; dan (3) mengajarkan ilmu pengetahuan dan kebajikan (kearifan).

Kedua, guru yang memiliki daya pikat emosional bagi orang lain, sehingga menjadi "role model" bagi kehidupan masyarakatnya. Selain berakhlak mulia, seorang guru inspiratif adalah mereka yang benar-benar menjadi cermin orang lain dari setiap sikap dan perilakunya. Gerak langkahnya menjadi pengungkit motivasi dan semangat belajar bagi siapapun yang kenal, baik langsung maupun tidak langsung. Jika guru mengajarkan tentang urgensi membaca, maka guru tersebut benar-benar gemar membaca. Bukan sekadar "gerakan" tanpa makna. Jika guru itu mengajarkan akhlak, maka yang bersangkutan "factually" memiliki budi baik dalam kehidupan sehari-hari. Intinya, guru inspiratif menjadi contoh bagi anak didiknya dalam bersikap, bertutur kata, bertindak, dan berinteraksi dengan orang lain.

Ketiga, mencintai ilmu dan profesinya meskipun mendapati rintangan yang berat. Guru inspiratif adalah mereka yang memiliki kecintaan mendalam pada ilmu pengetahuan dan pada profesinya sebagai seorang pengajar sekaligus pendidik. Ia tidak memiliki sikap amatir dengan mudah putus asa dan mencela otoritas hanya karena kekurangan fasilitas dan kesejahteraan. Sikap yang muncul dalam dirinya adalah integritas, keikhlasan, dan kejujuran dalam setiap tindakan.
Sebaik apapun fasilitas dan kesejahteraan yang diperoleh, jika guru tidak memiliki kecintaan pada ilmunya yang didarma-bhaktikan, pasti dia tidak bekerja maksimal menjalankan tugas dan fungsinya sebagai guru. Cinta kepada ilmu adalah kunci yang mendasarinya dalam melaksanakan tugas-tugas edukatif yang tidak mengenal lelah.

Keempat, memiliki kemampuan untuk mendorong dan mengembangkan potensi anak didik. Seorang guru inspiratif tidak hanya fokus pada kekurangan anak-anak didiknya, tetapi juga mampu melihat dan mengembangkan potensi yang ada pada setiap individu. Guru mampu memberi motivasi anak didiknya untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Ingat juga bahwa satu syarat penting guru inspiratif adalah kecerdikannya dalam melihat setiap potensi anak didiknya. Sehingga, dalam setiap mengajar dan mendidik, guru selalu menemukan cara yang tepat agar anak didiknya dapat mengembangkan potensinya. Demikian juga ia harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif, memotivasi siswa, dan menjadi motivator terbaik.

Kelima, guru yang memiliki kemampuan dalam membangkitkan kualitas rasa ingin tahu anak didik (curiosity) dengan open minded dan sikap yang terbuka. Seorang guru yang menginspirasi selalu membuka cakrawala anak didik untuk selalu "menyalurkan" rasa ingin tahu tentang banyak hal. Guru membuka ruang yang luas terhadap rasa ingin tahu anak didik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang dan menarik.

Dalam cakupan yang lebih operasional, tipe guru inspiratif itu mampu menggali kemungkinan tumbuhnya "creative and critical thinking" anak didik, sehingga akan terjalin diskusi atau dialektika yang sangat intens serta eksplorasi keilmuan tanpa batas dengan antusiasme yang tinggi. Rasa penasaran anak didik senantiasa muncul saat bertemu dengan guru tersebut. Selain itu, ia bisa menumbuhkan fitrah belajar anak sebagai proses berkelanjutan dan penting bagi setiap orang.

Keenam, guru yang memiliki sifat empatik dan respek terhadap setiap prestasi anak didik. Ia mampu mengungkapkan rasa senang dengan mengapresiasi melalui penghargaan dan pujian atas capaian pembelajaran anak didik, sekecil apapun itu. Hal ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak bahwa setiap orang memiliki potensi baik yang dapat terus tumbuh dan berkembang.
Kemampuan apresiatif guru dibarengi dengan tingkat resiliensi yang tinggi dan sikap telaten. Proses mendidik tidak selalu mudah, seringkali membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Seorang guru inspiratif mampu menghadapi berbagai tantangan dengan kesabaran dan kejelian tanpa batas.

Di era teknologi yang semakin canggih, Guru Inspiratif memiliki peluang luas untuk mengawal munculnya insan-insan kreatif dan inovatif.

Spirit Kemerdekaan: Jiwa Merdeka Guru Inspiratif

Kemerdekaan, kata yang seringkali dikaitkan dengan perjuangan bangsa. Namun, bagi seorang guru, kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas. Kemerdekaan bagi seorang guru adalah kebebasan untuk berkreasi, untuk berinovasi, dan untuk menjadi diri sendiri dalam menjalankan tugasnya.

Merdeka dalam Berkreasi

Pembelajaran tidak hanya sebatas mentransfer pengetahuan. Pembelajaran adalah sebuah proses yang hidup, yang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa. Itu sebabnya 
dengan semangat kemerdekaan, Guru Inspiratif harus berani memodifikasi materi pembelajaran. Guru kreatif akan mengajak siswa-siswinya untuk membuat karya tulis kreatif, membuat film pendek, bahkan mengadakan pameran karya seni.

Merdeka dalam Berinovasi

Teknologi informasi berkembang dengan pesat. Guru Inspiratif harus bisa memanfaatkan berbagai aplikasi dan platform digital untuk memperkaya proses pembelajaran. Ia membuat blog, membuat video pembelajaran, dan bahkan membuat grup diskusi online untuk siswa-siswinya.

Dengan inovasi-inovasi yang dilakukannya, pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Siswa-siswinya tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan abad 21 yang sangat dibutuhkan di masa depan.

Merdeka Menjadi Diri Sendiri

Guru Inspiratif akan berproses menjadi seorang mentor, seorang teman, bahkan seorang orang tua kedua bagi siswa-siswinya. Ia selalu berusaha menjadi contoh yang baik bagi siswa-siswinya. Ia menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi yang unik dan berharga.

Guru inspiratif mampu membangun hubungan yang kuat dengan siswa-siswinya, sehingga siswa-siswinya merasa nyaman untuk bertanya, untuk berdiskusi, dan untuk berbagi cerita.

Spirit Kemerdekaan sebagai Landasan

Spirit kemerdekaan telah menjadi landasan untuk menjadi seorang guru inspiratif. Bagaimana bisa membuktikan bahwa dengan semangat kemerdekaan, seorang guru dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan.

Kemerdekaan bukan hanya milik bangsa, tetapi juga milik setiap individu. Mari kita hargai dan jaga kemerdekaan yang telah kita raih. Mari kita berkontribusi untuk membangun negara yang lebih baik. Dan mari kita selalu mengingat jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan kita.

Kesimpulan

Spirit kemerdekaan adalah sebuah kekuatan yang dahsyat. Dengan semangat kemerdekaan, kita dapat mengatasi segala tantangan dan meraih mimpi-mimpi kita. Mari kita jadikan spirit kemerdekaan sebagai inspirasi bagi generasi muda.

Surakarta, 16 September 2024



Selasa, 30 Juli 2024

Belajar Puisi Sonian

Belajar Puisi Sonian 

Oleh: Sri Sugiastuti 

Puisi Sonian. Apa itu? Istilah 'Sonian' diambil dari  Soni Farid Maulana pencetus metode gaya Sonian, pada akhir tahun 2014. Sonian merupakan teknik menulis puisi Indonesia yang terdiri empat larik mengacu pada pola 6-5-4-3 suku kata per lariknya.

Jenis puisi ini berpola tuang 6-5-4-3 suku kata yang artinya:
baris pertama ada 6 suku kata 
baris kedua ada 5 suku kata 
baris ketiga ada 4 suku kata 
dan baris keempat ada 3 suku kata

Isi puisi ini cenderung bicara tentang kebaikan dan kebijaksanaan hidup misalnya tentang:
hubungan manusia dengan Tuhan 
hubungan manusia dengan alam 
hubungan manusia dengan manusia lainnya cinta kasih, 
persaudaraan, dan toleransi

Gagasan dan bentuk puisi gaya Sonian ini pertama kali dikenalkan oleh Soni  dan dipublikasikan melalui media sosial Facebook dan koran Pikiran Rakyat pada awal tahun 2015. Seiring berjalannya waktu puisi Sonian semakin berkembang hingga menyebar ke Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Puisi Sonian jika dibaca secara sekilas puisi terkesan pendek. Tetapi, jika diserap maknanya, sentuhan daya pengungkapannya akan terasa sangat bernas dan menghunjam, makin ke bawah makin menajam.
Beberapa contoh puisi Sonian

PURNAMA
@Astuti
Memesona netra
terangi bumi
bulat indah
menawan.

SEMANGAT
@Astuti

Afirmasi pagi 
penuh harapan
hadir azam
optimis

MENTARI
@Astuti

Bersinar benderang
hangatkan fana
Kuasa-Nya
Terjaga

Solo, 2024 

HALIMUN
@Astuti

Kabut menghampiri
di kala  senja
desir angin
menghempas

Solo, 2024 

LAMUNAN
@Astuti

Hamparan khayalan
angan melayang
bisik angin
menari

Solo, 2024

KIDUNG ASA
@Astuti

Melantunkan doa
irama hening
tak bertepi
bersyukur

Solo, 2024 

SUBUH 
@Astuti

Penguasa alam
memberi sejuk
turun ozon
lestari

Solo, 2024

Membuat puisi Sonian itu ternyata  mengasyikkan. Hanya dengan 4 larik kita bisa menggungkap banyak hal. Sayangnya penyair dan mantan wartawan Pikiran Rakyat tersebut telah berpulang ke pelukan Tuhan pada hari Minggu pagi, 27 November 2022, tepat saat fajar menyingsing di ufuk timur. Karya puisi Sonian menjadi salah satu pelajaran berharga sebagai warisan kolektif dengan metode menulis puisi dengan gaya Sonian. 

Surakarta Hadiningrat,  30 Julii 2024

Sabtu, 27 Juli 2024

Ketika Memoar Menjadi Cerita Inspiratif


Ketika Memoar Menjadi Cerita Inspiratif

Oleh: Sri Sugiastuti

“Sebuah cerita tidak memiliki awal atau akhir: kita bebas memilih momen pengalaman yang akan kita lihat kembali atau momen yang akan kita lihat ke depan.”
 ― Graham Greene , novelis dan penulis

Kutipan di atas bisa menjadi pemantik bagi seorang yang ingin menulis cerita inspiratif. Mengapa?  Karena cerita inspiratif biasanya ditulis dari kisah nyata untuk memotivasi dan menginspirasi pembaca.

Cerita inspiratif menjadi cerita yang banyak digemari. karena 
Menulis cerita inspiratif harus dengan ide yang bagus agar pesan cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri. Pembaca ikut hanyut dalam cerita  yang dipaparkan. Ada pesan cerita terasa lebih mendalam karena bukan sekadar fiksi atau karangan.
 
Meenulis cerita inspiratif berdasarkan pengalaman pribadi atau kisah nyata, sebaiknya mengikuti langkah-langkah yang harus dicermati agar tulisan menarik untuk dibaca.

Ada 3 unsur yang wajib dicermati sebagai panduan menulis cerita inspiratif .
     
1. Tema Cerita

Tema cerita adalah hal pertama yang harus ditentukan saat ingin membuat sebuah cerita inspiratif. Sebagai penulis, kamu harus tahu apa yang akan kamu tulis dan tuangkan dalam tulisan.

Misalkan apakah cerita tersebut sebuah cerita inspiratif tentang pendidikan, cinta, kehidupan, atau keluarga.

2. Judul Inspiratif

Karena cerita yang akan ditulis bersifat inspiratif, maka ini harus tercermin dari judul tulisan.

Judul adalah hal pertama yang akan dibaca, jadi pastikan kamu memilih kata-kata yang tepat untuk mencerminkan isi dari tulisan kamu sehingga pembaca akan tertarik.

3. Diangkat dari Kisah Nyata atau Pengalaman Pribadi

Cerita yang diangkat dari kisah nyata memiliki magnet sendiri untuk menarik pembaca.

Cerita inspiratif cenderung lebih berkesan dan bermakna karena cerita tersebut telah terjadi di dunia nyata, bukan hanya karangan.

Seperti cerita sebuah keluarga yang hancur karena pengkhianatan seorang ayah terhadap sang ibu.

Meskipun ini sebuah cerita yang umum, namun karena ditulis berdasarkan kisah nyata dan pengalaman pribadi seseorang, kesannya jadi berbeda dan sarat emosional.

Bagaimana Mencari Ide untuk Cerita Inspiratif

Meskipun ditulis berdasarkan kisah nyata, menulis cerita inspiratif tetap memerlukan ide.

Seringkali ide sulit didapatkan dan menjadi kendala dalam menulis. Bisa jadi karena ide yang ada dianggap tidak bagus atau tidak sesuai dengan keinginan penulis.

Berikut beberapa tips mencari ide untuk cerita inspiratif yang bagus dan menarik.

1. Membaca

Membaca adalah salah satu hal yang dapat memberikan ide. Dengan membaca, pikiran biasanya akan lebih terbuka karena menyerap informasi dan hal-hal yang baru.

Dengan demikian, peluang munculnya ide juga jadi lebih besar.

2. Menonton

Sama halnya dengan membaca, menonton sesuatu seperti film atau acara tv juga dapat memberi inspirasi dan ide baru. Namun, pastikan tontonannya berkualitas, ya.

3. Mengamati Keadaan Sekitar

Ada banyak hal yang terjadi di dalam kehidupan seseorang, termasuk diri kita sendiri tentunya.

Jika ingin menulis sesuatu, amatilah keadaan sekitar karena tanpa disadari ada banyak hal yang terjadi di sekitar yang bisa dijadikan inspirasi atau ide.

Sesungguhnya sebuah memoar bisa dikembangkan sebagai kisah inspiratif bila diseriusi untuk memberi satu pesan khusus kepada pembaca.

Soloraya, 28 Juli 2024

Selasa, 23 Juli 2024

Menuai Manfaat, Menebar Inspirasi dari Menulis Buku

Menuai Manfaat, Menebar Inspirasi dari Menulis Buku

Oleh: Sri Sugiastuti

"Menulis adalah suatu proses merangkai ide dan gagasan menjadi suatu tulisan yang utuh sehingga bisa dipahami orang lain."

Di era digital yang serba cepat ini, menulis buku mungkin terkesan ketinggalan zaman. Namun, di balik gempuran media sosial dan hiburan instan, menulis buku menyimpan segudang manfaat yang tak ternilai. Bagi para penulis, baik pemula maupun profesional, menuangkan ide dan cerita ke dalam buku bukan sekadar hobi, tetapi juga perjalanan mentransformasi diri dan menginspirasi banyak orang.

Bila dicermati dan ditelaah lebih dalam, ketika kita berproses menjadi seorang Penulis, banyak manfaat yang akan dicapai. Inilah 7 manfaat yang bisa dipanen bila menekuni dunia literasi secara istikamah.

1. Menemukan Suara dan Identitas Diri

Menulis  adalah proses introspektif yang mendalam. Dalam proses menuangkan ide dan merajut kata, penulis dipaksa untuk menyelami pikiran, perasaan, dan pengalaman pribadinya. Hal ini membantu penulis untuk menemukan suara dan identitas diri yang unik, memahami diri mereka dengan lebih baik, dan belajar untuk mengekspresikan diri secara otentik.

2. Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Berkomunikasi

Menulis membutuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Penulis harus mampu merumuskan ide, menyusun struktur cerita, dan menuangkannya dengan bahasa yang jelas, menarik, dan mudah dipahami. Proses ini melatih kemampuan berpikir logis, sistematis, dan terstruktur, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan penyampaian ide.

3. Membangun Kepercayaan Diri dan Rasa Prestasi

Menyelesaikan sebuah tulisan adalah pencapaian yang luar biasa. Bagi penulis pemula, menerbitkan buku pertama mereka dapat menjadi suntikan kepercayaan diri yang luar biasa. Rasa bangga dan puas atas karya yang dihasilkan akan memotivasi mereka untuk terus berkarya dan mengembangkan diri.

4. Berbagi Pengetahuan dan Inspirasi

Buku adalah media yang powerful untuk menyebarkan pengetahuan, ide, dan inspirasi. Melalui buku, penulis dapat berbagi pengalaman, pemikiran, dan keahlian mereka dengan khalayak luas. Buku yang baik dapat membuka wawasan pembaca, memicu refleksi diri, dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan positif.

5. Menghasilkan Passive Income

Bagi penulis yang beruntung, buku mereka dapat menjadi sumber penghasilan pasif yang menjanjikan. Royalti dari penjualan buku dapat memberikan penghasilan tambahan yang signifikan, terutama jika buku tersebut berhasil diterima dengan baik oleh pembaca.

 6. Membangun Jaringan dan Komunitas

Menulis buku tidak hanya dilakukan dalam ruang hampa. Penulis terhubung dengan komunitas pembaca, penerbit, dan sesama penulis. Berbagai acara peluncuran buku, seminar, dan workshop membuka peluang bagi penulis untuk membangun jaringan dan menjalin hubungan dengan orang-orang yang memiliki minat dan passion yang sama.

7. Menciptakan Warisan Abadi

Buku adalah warisan yang tak lekang oleh waktu. Karya tulis yang berkualitas dapat dibaca dan dinikmati oleh generasi penerus, memberikan inspirasi dan pengetahuan yang berharga. Buku dapat menjadi peninggalan yang tak ternilai, abadi, dan terus menginspirasi banyak orang.

Tentu saja masih banyak manfaat menulis lainnya. Belajar menulis berbagai genre sangat penting untuk terus memperbanyak jam terbang di dunia menulis.

Sesungguhnya menulis buku bukan perjalanan yang mudah. Dibutuhkan dedikasi, disiplin, dan ketekunan untuk menyelesaikan sebuah karangka tulisan yang berkualitas. Namun, bagi mereka yang berani melangkah dan menuangkan ide mereka ke dalam buku, manfaat dan kebahagiaa yang dicapai tak terhingga.

Sebaiknya milikilah passion dalam menulis untuk berani memulai. Jangan ragu untuk menuangkan ide dan cerita  ke dalam buku. Prosesnya mungkin tidak mudah, tetapi percayalah bahwa manfaat dan kebahagiaannya akan jauh lebih besar.

Salah satu cara memperkaya khazanah literasi Indonesia dengan karya-karya tulis yang berkualitas dan penuh inspirasi. Mari menulis sebelum ajal menjemput.

Soloraya, 24 Juli 2024

Senin, 22 Juli 2024

Pentingnya Melestarikan Sastra Lama dengan Karmina


Pentingnya Melestarikan Sastra Lama dengan Karmina

Oleh Sri Sugiastuti

Di tengah gempuran modernitas dan arus budaya populer, sastra lama bagaikan mutiara terpendam yang menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur bangsa. Melestarikan sastra lama bukan sekadar menjaga warisan leluhur, tetapi juga membuka jendela pengetahuan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Sastra lama, bagaikan cermin yang merefleksikan kehidupan masyarakat di masa lampau. Karya-karya sastra lama, seperti hikayat, naskah kuno, dan syair, pantun, gurunya, dan Karmina (Pantun Kilat) tak hanya menyajikan cerita yang menghibur, tetapi juga memuat nilai-nilai moral, filosofi, dan kearifan lokal yang tak lekang oleh waktu.

Menyelami Khazanah Budaya dan Sejarah

Melestarikan sastra lama berarti menyelami khazanah budaya dan sejarah bangsa. Dari naskah kuno, kita dapat mempelajari asal-usul tradisi, kepercayaan, dan sistem sosial masyarakat di masa lampau. Karya sastra lama juga menjadi sumber informasi berharga tentang bahasa, adat istiadat, dan cara pandang masyarakat terhadap dunia.

Manfaat melestarikan Sastra Lama antara lain;

1. Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air

Memahami sastra lama dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap budaya bangsa. Dengan membaca karya sastra lama, kita dapat merasakan semangat juang para leluhur, memahami nilai-nilai luhur yang mereka pegang teguh, dan belajar dari kearifan lokal yang mereka wariskan.

2. Menginspirasi Kreativitas dan Inovasi

Sastra lama tak hanya bernilai sejarah, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi para seniman dan kreator modern. Kekayaan cerita, gaya bahasa, dan nilai-nilai yang terkandung dalam sastra lama dapat diadaptasi dan diolah menjadi karya seni baru yang kontekstual dan relevan dengan zaman.

Perlu digarisbawahi bahwa 
melestarikan sastra lama bukan tanpa tantangan. Di era digital, minat masyarakat terhadap karya-karya lama kian menurun. Kurangnya edukasi dan promosi juga menjadi faktor yang menghambat pelestarian sastra lama.

Upaya pelestarian sastra lama harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah perlu memberikan perhatian dan dukungan dalam bentuk pendanaan, penelitian, dan edukasi. Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu didorong untuk mempelajari dan mengapresiasi sastra lama.

Sebagai pegiat literasi kita wajib menggandeng generasi muda untuk ikut melestarikan sastra lama, karena Generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan sastra lama. Dengan mempelajari dan mengapresiasi karya sastra lama, generasi muda dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, memahami nilai-nilai luhur bangsa, dan menjadi penerus budaya yang bertanggung jawab.

Melestarikan sastra lama adalah tanggung jawab bersama. Dengan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, kita dapat menjaga warisan budaya bangsa dan memastikan bahwa kekayaan sastra lama terus lestari dan menginspirasi generasi penerus.

"Salah satu contoh sastra lama yang patut dilestarikan adalah Karmina atau Pantun Kilat."

Apa itu Karmina? Karmina adalah salah satu bentuk karya sastra yang cukup populer. Dalam budaya masyarakat Betawi, Karmina sering digunakan dalam prosesi pernikahan dan pesta budaya lainnya.

Karmina termasuk jenis puisi lama Melayu. Tak sedikit orang yang menyebutnya sebagai pantun karena memiliki struktur yang hampir sama. Walaupun mirip pantun, ternyata Karmina berbeda dengan pantun pada umumnya.

Struktur Karmina

Struktur karmina terdiri atas dua baris, baris pertama merupakan sampiran atau kiasan karmina. Sementara itu, baris kedua merupakan isi dari pantun karmina. Isi dari karmina bisa berupa pernyataan lugas ataupun sindiran pada suatu hal.

Karmina terdiri dari dua baris.Baris  pertama disebut Sampiran dan  baris kedua disebut isi.

Setiap baris pada karmina terdiri dari 8-12 suku kata atau empat suku kata.

Antara sampiran serta isi tidak ada hubungan dengan yang lainnya.

Terkandung dua hal yang bertentangan, yakni rayuan maupun perintah.Karmina juga tergolong karya sastra yang unik. Karmina dapat digunakan sebagai sarana menyampaikan pesan dengan bentuk yang pendek namun bermakna. Setiap jeda pada kata dibubuhkan dengan tanda koma.

Pada setiap baris harus selalu diakhiri dengan tanda koma, kecuali pada baris keempat yakni selalu diakhiri dengan tanda titik.

Beberapa contoh Karmina

Jiwa santun tanpa muslihat,
Inilah pantun kilat nasihat.
 
Minum jamu di pagi cerah, 
Perbanyak ilmu hidup berkah.
 
Ikan nila dimasak pindang,
Semangat menyala hati tenang.
 
Ajak sahabat ke  batu jajar,
Ilmu didapat dengan belajar.
 
Di ruang tamu ada meja jati
Carilah ilmu sepenuh hati.

Mendalami satu jenis sastra lama menyadarkan kita betapa Indonesia sarat akan budaya luhur yang patut dilestarikan. Hal ini memantik kita untuk lebih bersemangat lagi mempelajari  karya-karya sastra lama yang menarik, kemudian bacalah dengan penuh rasa ingin tahu, dan pelajari nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. 

Mari kita jaga dan lestarikan sastra lama, agar kekayaan budaya bangsa tidak tergerus oleh arus modernitas.

Soloraya, 22 Juli 2024


Minggu, 21 Juli 2024

Bangga Menjadi Editor Kepenulisan: Menempa Kata, Mengasah Makna


Bangga Menjadi Editor Kepenulisan: Menempa Kata, Mengasah Makna



Oleh: Sri Sugiastuti 


Editor buku adalah salah satu profesi yang dibutukan penerbit. Ia seorang yang menyunting agar buku-buku yang diterbitkan tidak memiliki cacat baik dalam tata bahasa maupun pengetikan.

Editor bertugas meninjau naskah dan proposal buku untuk memutuskan apakah buku harus diterbitkan. Ia juga meninjau dan mengedit draf, mengawasi proses publikasi, dan bekerja sama dengan penulis untuk menyempurnakan naskah. 

Dilansir dari Elite Author, bahwa editor profesional dapat membantu penulis mengembangkan ide-idenya dan memoles pekerjaannya.

Ada tiga katagori editor yang jasanya digunakan oleh penerbit.

Developmental editor.

ia bertugas melihat gambaran besar dan memberikan evaluasi menyeluruh dari pekerjaan penulis untuk membantu menentukan apa yang dibutuhkan agar tulisannya siap untuk diterbitkan.

Proofreader.
Orang ini tugasnya hanya menemukan kesalahan pengetikan dan memperbaiki kesalahan tata bahasa sehingga logis dan tepat sebelum proses penerbitan buku.

Editor baris.

ia bertugas mengidentifikasi kalimat atau kata yang digunakan penulis dalam tulisannya, memastikan nada tulisan konsisten, dan menyempurnakan pilihan kata dan sintaksis sebuah naskah.

Untuk menjadi seorang editor, terdapat beberapa skill yang harus dimiliki. Dilansir dari Masterclass, terdapat tiga skill yang harus kamu miliki.

1. Memperhatikan detail

Pekerjaan editor melibatkan pengecekan fakta dan konsistensi tulisan. Perhatian yang kuat terhadap detail dapat membantu editor dengan cepat menangkap ketidakkonsistenan atau informasi yang salah.  Pengeditan adalah pekerjaan yang berat, terutama ketika menghabiskan waktu berjam-jam menatap teks yang sama. Akan tetapi, para editor harus menjaga mata mereka tetap tajam dan memperhatikan naskah untuk membuatnya menjadi sebuah tulisan yang layak terbit.

2. Keterampilan komunikasi yang kuat
Para editor buku hebat tahu apa yang membuat sebuah tulisan bagus, dan mereka tahu bagaimana mengomunikasikan informasi itu secara jujur dan efektif kepada penulis. Editor yang memberikan feedback dengan cara yang baik tanpa merendahkan kemampuan penulis cenderung dapat mempertahankan hubungan kerja yang baik dengan kliennya.
Hal ini mampu meningkatkan peluang layanannya akan diperlukan lagi, terutama jika buku yang diedit menjadi buku bestseller.

3. Keterampilan menulis yang baik
Seorang editor tahu apa yang membuat tulisan menjadi baik karena ia sendiri memiliki kemampuan menulis yang baik.
Ia memiliki pemahaman yang kuat tentang bahasa, cara menyusun teks, dan cara yang tepat untuk memformat kalimat dan tata bahasa.

Menjadi Editor yang Andal

Di balik setiap karya tulis yang memukau, terdapat peran krusial seorang editor yang tak terlihat. Editor bagaikan arsitek kata, dengan kejelian dan ketelitiannya merajut kalimat demi kalimat, menyempurnakan naskah, dan mengantarkan karya menuju gerbang publikasi.

Menjadi editor kepenulisan andal bukan sekadar menguasai tata bahasa dan ejaan, tetapi juga menyelami makna, memahami konteks, dan menuangkannya dengan gaya bahasa yang memikat.

Perjalanan menjadi editor andal dimulai dengan kecintaan pada dunia literasi. Seorang editor andal memiliki passion membaca yang luas, menjelajahi berbagai genre dan gaya penulisan. Mereka haus akan pengetahuan dan selalu ingin belajar, mengikuti perkembangan dunia kepenulisan, dan memperkaya kosakata.

Editor wajib mempertajam Kemampuan Dasar mengedit.
Kemampuan dasar mutlak dikuasai seorang editor. Pemahaman mendalam mengenai tata bahasa, ejaan, dan kaidah penulisan menjadi landasan utama. Editor andal juga memiliki kemampuan proofreading yang tajam, mampu mendeteksi kesalahan sekecil apapun, mulai dari typo hingga struktur kalimat yang rancu.

Editor perlu menyelami Makna dan Konteks
Lebih dari sekadar koreksi tata bahasa, editor andal menyelami makna dan konteks naskah. Mereka memahami tujuan penulis, target pembaca, dan genre tulisan. Dengan kejeliannya, editor mampu mengidentifikasi ketidakkonsistenan, memperkuat alur cerita, dan menyempurnakan gaya bahasa agar sesuai dengan target dan genre.

Editor selayaknya memiliki Keterampilan Interpersonal yang Tak Terlupakan
Editor andal bukan hanya ahli bahasa, tetapi juga komunikator yang ulung. Mereka mampu menjalin komunikasi yang baik dengan penulis, memberikan masukan dan kritik yang membangun dengan cara yang profesional dan konstruktif. Kemampuan interpersonal ini sangat penting untuk membangun hubungan kerjasama yang positif dengan penulis dan menghasilkan karya terbaik.

Editor andal harus berlatih dan rerus Belajar
Menjadi editor andal adalah proses yang berkelanjutan. Semakin banyak naskah yang disunting, semakin terasah kemampuan dan kejelian editor. Teruslah berlatih, ikuti workshop dan pelatihan, serta pelajari berbagai teknik penyuntingan. Jangan pernah berhenti belajar dan mengasah kemampuan demi menjadi editor yang semakin andal.

Seorang Editor sebaiknya menemukan Niche dan membangun Portofolio
Memilih niche atau bidang spesialisasi tertentu dapat membantu editor untuk lebih fokus dan mengembangkan keahliannya. Bangun portofolio dengan menyunting berbagai naskah di niche yang dipilih. Portofolio yang kuat akan menjadi bukti kemampuan dan menarik perhatian klien potensial.

Editor andal disarankan menjadi bagian dari komunitas.
Bergabunglah dengan komunitas editor atau penulis. Bertukar ide, pengalaman, dan informasi dengan sesama editor dapat membantu meningkatkan kemampuan dan memperluas jaringan profesional. Komunitas juga dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk terus berkarya.

Akhirnya dapat disimpulkan bawa menjadi editor kepenulisan andal bukan hanya tentang menguasai teknik penyuntingan, tetapi juga tentang kecintaan pada dunia literasi, kejelian dalam memahami makna, dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Dengan tekad, kerja keras, dan dedikasi.

Anda dapat menjadi editor yang andal dan berkontribusi dalam melahirkan karya-karya tulis yang berkualitas. Ingatlah bahwa menjadi editor adalah profesi yang mulia dan penuh tantangan. Di balik setiap kata yang diedit, terdapat dedikasi dan kerja keras seorang editor untuk menyempurnakan karya dan mengantarkannya kepada pembaca.

Jika Anda memiliki passion di dunia literasi dan ingin berkontribusi dalam melahirkan karya-karya berkualitas, pertimbangkanlah untuk menjadi editor. Jalannya mungkin tidak mudah, tetapi rasa puas dan bangga atas setiap karya yang dihasilkan akan menjadi hadiah terindah.

Soloraya, 20 07 2024

Jumat, 19 Juli 2024

Panduan Bagi Orang Tua: 9 Langkah Mengawal Anak Sekolah di Tahun Ajaran Baru


Panduan Bagi Orang Tua: 9 Langkah Mengawal Anak Sekolah di Tahun Ajaran Baru

Oleh: Sri Sugiastuti

Anak-anak merupakan sumber daya dunia yang paling berharga dan harapan terbaik untuk masa depan.

Tahun ajaran baru datang saat liburan sekolah telah usai. Sebagai orang tua yang menyadari bahwa anak adalah amanah dari Allah, pasti sudah punya program untuk mengawal tumbuh kembang jugs pendidikan sang buah hati.

Orang tua di saat tahun ajaran baru,  sudah selayaknya menyiapkan  beberapa hal untuk membantu anak-anak dalam memulai tahun ajaran baru. Apakah sang anak memasuki jenjang SD, SMP atau pun  mereka  naik  kelas, pastinya orang tua ikut fokus mendampingi sekaligus memfasilitasi apa yang dibutuhkan anaknya.

1. Menciptakan Suasana Positif dan Bersemangat

Bicarakan dengan anak mengenai tahun ajaran baru dengan penuh semangat dan antusiasme. Tunjukkan rasa senang dan dukungan atas langkah baru mereka dalam dunia pendidikan. Hindari membandingkan anak dengan orang lain atau memberikan ekspektasi yang berlebihan, ciptakan suasana yang positif dan suportif agar anak merasa nyaman dan termotivasi.

2. Mengajak Anak Agar Terlibat dalam Persiapan

Ajak anak untuk berpartisipasi dalam mempersiapkan berbagai keperluan sekolah, seperti memilih seragam, alat tulis, dan buku pelajaran. Hal ini dapat membantu anak merasa lebih bertanggung jawab dan antusias terhadap tahun ajaran baru.

3. Membangun Kebiasaan Belajar yang Baik

Bantu anak untuk membangun kebiasaan belajar yang baik di rumah. Sediakan ruang belajar yang nyaman dan kondusif, atur waktu belajar yang teratur, dan dampingi anak saat belajar. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan hindari memaksakan anak untuk belajar.

4. Menjalin Komunikasi dengan Guru

Sebagai orang tua membangun komunikasi yang baik dengan guru anak sangatlah penting. Tanyakan tentang perkembangan belajar anak, dengarkan saran dan masukan dari guru, dan bekerjasamalah untuk membantu anak mencapai potensinya.

5. Memberikan Apresiasi dan Dukungan

Orang tua sewajarnýa memberi pujian dan apresiasi atas usaha dan pencapaian belajar anak, sekecil apa pun itu. Dukungan dan motivasi dari orang tua akan meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar anak.

6. Meluangkan Waktu Berkualitas Bersama Anak

Di era milenial dimana banyak orang tua penuh dengan  kesibukan, tidak ada alasan untuk lalai mempersiapkan tahun ajaran baru. Orang tua harus meluangkan waktu berkualitasnya bersama anak. Lakukan aktivitas yang menyenangkan bersama, dengarkan cerita mereka, dan berikan perhatian penuh. Hal ini akan memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

7. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Anak

Anak sangat rentan dengan penyakit. Pastikan anak mendapatkan asupan gizi yang seimbang dan waktu istirahat yang cukup. Perhatikan juga kesehatan mental anak, dengarkan keluh kesah mereka, dan bantu mereka mengatasi stres atau kecemasan yang mungkin muncul.

8. Mempersiapkan Akademik

Orang tua sebaiknya memiliki  daftar buku panduan dan silabus untuk setiap mata pelajaran. Bantu anak mengatur buku-buku dan materi pelajaran. Membuat jadwal belajar yang teratur untuk mengatur waktu belajar di rumah dan waktu luang akan sangat membantu.

9. Membangun Komunikasi yang Baik.

Ajak anak berdiskusikan bagaimana rencana dan jadwal dengan anak agar orang tua mengetahui kebutuhan dan jadwal sekolah mereka. Jalin komunikasi yang baik dengan guru dan staf sekolah. Hadiri pertemuan orang tua dan guru untuk mendapatkan informasi terbaru.

Wahai orang tua ingatlah bahwa setiap anak memiliki keunikan dan kecepatan belajarnya masing-masing. Jangan paksakan anak untuk mengikuti standar tertentu, hargai proses belajar mereka, dan bantu mereka menemukan gaya belajar yang paling efektif.

Selamat mengawal anak belajar di tahun ajaran baru  dengan penuh semangat, kasih sayang dan penuh tanggungjawab.  Anak adalah pengetuk pintu surga kita.

Soloraya,  20 07 2024