Rabu, 29 Mei 2024
Memang Enak Menjadi Janda?
Senin, 01 April 2024
Siapakah yang Dirindukan Menjadi Penghuni Surga?
Oleh: Sri Sugiastuti
Setiap Ramadan selalu ada catatan istimewa yang perlu ditindaklanjuti. Bagaimana dengan sisa usia yang ada, terus berikhtiar mengupgrade diri agar naik kelas. Allah pasti punya catatan tersendiri untuk mereka yang berjuang meraih gelar takwa juga punya keinginan kuat menggapai rida-Nya.
Kegiatan yang sangat mendukung ke arah ketakwaan bisa dilaksanakan di masjid, di rumah atau pun di perjalanan. Hampir di setiap masjid punya acara andalan yang disajikan kepada warga sekitar. Begitu juga dengan warga yang sadar akan keberadaan masjid, sudah pasti dijadikan tempat untuk melaksanakan berbagai amalan di bulan Ramadan.
Tiap hari warga masjid menjalankan program Ramadan sebaik-baiknya. Momen ini menjadi sarana untuk menambah keimanan, ketakwaan, juga kesempatan untuk
memuliakan bulan Ramadan. Rata- rata sehari 2 kali sehari warga masjid yang mengikuti kajian juga salat taraweh dan salat fardu di masjid mendapat siramam rohani yang bisa mencerahkan batin mereka masing- masing.
Ada catatan kajian usai salat Subuh di Ramadan hari ke 21 yang sangat mencerahkan dan menambah semangat jamaah yang mengikuti kajian tersebut. " Siapakah yang dirindukan Surga?" Satu pertanyaan yang membuat jamaah tergelitik.
Dijelaskan oleh Pak Ustad ada empat golongan yang dirindukan sebagai penghuni Surga
1. Orang yang mentadaburi Alquran.Banyak ayat dan hadis yang menguatkan pernyataan tersebut.
Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar (QS Al-Isra: 9).
Dengan tekun mempelajari dan melaksanakan tadabbur Al-Quran, maka Insya Allah kita terhindar dari kemaksiatan dan kekufuran karena Al-Quran akan selalu menuntun kepada kebaikan. Begitu juga dengan Guru TPA yang mengajarkan Al Quran menjadi orang yang dirindukan Surga.
2. Orang yang menjaga lisan. Berhati- hatilah dengan ucapan yang meluncur dari mulut kita. Kepelesetnya lisan dibawa mati. Gunakan prinsip"Bicaralah yang baik atau diam". Fenomena yang ada saat ini justru ghibah semakin merajalela.
Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda terkait ghibah:
"Tahukah kamu, apa itu ghibah?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Kemudian Beliau bersabda, "(Ghibah yaitu) kamu membicarakan (menyebut-nyebut) saudaramuatas hal-hal yang tidak disukainya (dibencinya)."
Ditanyakan kepada Rasulullah, "Lalu bagaimana jika apa yang aku bicarakan itu memang benar ada pada diri saudaraku?" Rasulullah SAW berkata, "Jika apa yang kamu bicarakan itu memang ada pada diri saudaramu, maka kamu telah menggunjingnya. Dan jika yang kamu bicarakan itu tidak ada pada diri saudaramu, maka kamu telah berbuat kedustaan (kebohongan) terhadapnya." (HR Muslim).
Itu sebabnya orang yang bisa menjaga lisanya menjadi orang yang dirindukan Surga.Mereka berbicara yang baik, taat pada Allah dan tidak menyakiti orang lain dengan lisannya.
3. Orang yang sering memberi makan hambabAllah yang membutuhkan. Mereka yang rajin bersedekah karena Allah. Termasuk menginfaqkan sebagian rezekinya di jalan Allah.
QS. Ali Imran ayat 134: "(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
Sangat jelas ayatnya. Mereka dicintai Allah dan dir8ndukan Surga.
4 . Orang yang berpuasa di bulan Ramadan. Ternyata
ada 2 kebahagiaan yang diterima orang yang berpuasa. Kebahagiaan yang utama saat mereka berbuka puasa. Yang kedua kelak mereka akan masuk seaat pintu Royan.
Selain di dalam Al-Qur'an, kewajiban ibadah puasa juga disebutkan dalam sejumlah hadis, yaitu:
Rasulullah Shallallahu'alahiwa sallam menyampaikan
“Seluruh amalan kebaikan manusia akan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman, “Kecuali puasa. Sebab pahala puasa adalah untuk-Ku. Dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia (orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makannya karena-Ku." HR Bukhari & Muslim.
Nah, 4 golongan ini sangat dirindukan Surga. Tema Pencerahan ini walaupun sering didengar atau disampaikan tetap saja menjadi kabar gembira dan memotivasi diri supaya tetap semangat menggapai rida Allah.
Soloraya 01 04 2024
Rabu, 13 Maret 2024
CINTA DUNIA ITU PENYAKIT HATI
Selasa, 12 Maret 2024
BULAN RAMADAN IDENTIK DENGAN AMPUNAN
Rabu, 06 Maret 2024
Ketika Tangan Allah Bekerja (2)
Ketika Tangan Allah Bekerja (2)
OTW Solo- Segoro Gunung
Oleh: Sri Sugiastuti
Acin...
Kesayangan ibu... apa kabarmu Nak?
Weekendmu nun jauh disana kau isi dengan giat apa?
Semoga celoteh ibu tentang tadabur alam sekaligus silahturahmi yang ibu sampaikan, membuat kau seakan membersamai kegiatan ini.
Acin...Mobil bermata sipit itu bergerak lambat ke arah Karanganyar. Suasana malam Minggu membuat lalu lintas padat merayap. Biasanya bada magrib seperti ini, ibu masih warisan hingga azan Isya. Saat memandang lurus ke jalan, pikiran ibu flashback saat ibu kuliah 45 tahun lalu. Jalan Raya itu banyak menyisakan kenangan indah. Awal pertama ibu mengajar di sma swasta pgri Karanganyar. Ibu harus naik angkot. Jaraknya juga lumayan jauh butuh 2 jam lebih. Karena waktu itu ibu sebagai guru muda, usia tidak banyak terpaut dengan siswa yang duduk di kelas 12 atau siswa yang hampir lulus. Mereka dari desa banyak yang telat masuk SMA jadi ada juga yang usianya sebaya dengan ibu.
Acin... ibu mau cerita ya. Awal jadi guru ibu sangat akrab dengan siswa- siswi di SMA itu. Ibu jadi ingat saat ada siswa yang ngirim surat cinta. Di sudut amplop ditulis "untuk guruku yang Manis." (Padahal ibu tidak membawa tongkat dari pohon tebu.) Isi suratnya sopan dan ditulis dengan bahasa yang santun. Alhamdulillah untuk kasus ini bisa ibu selesaikan dengan baik tanpa melibatkan guru, juga Kepala Sekolah. Belakangan ini baru ibu cerita dengan bapakmu. Lucu ya! Padahal di mata teman mahasiswa ibu memberi lebel bahwa ibu termasuk gadis tomboy. Sebagian besar teman ibu cowok.
Si Avanza mata sipit terus melaju ke arah Karangpandan. Lagi- lagi memori ibu bekerja. Seminggu sebelum acara gathering ibu sudah pesan sesuatu dan sesuatu ke mbak Yuni. Ingatkan! Dia yang momong Acin saat usia untuk 4-6 tahun. Sebagai ART yang lumayan banyak membantu kita. Dia keluar karena dipinang tetangga lain desa yang belum pernah dikenal sebelumnya. (Biasa campur tangan orangtua dan Tangan Allah Bekerja). Saat itu ibu dapat izin menghadiri pernikahan mbak Yuni di desa.
Ada satu peristiwa yang baru sekali ibu temukan sampai saat ini. Proses menghitung uang sumbangan dari tamu yang hadir. Selain ada yang menyumbang barang dan dicatat dengan rapi. Ini penting untuk dokumentasi bila suatu saat si penyumbang juga punya hajat, hukumnya wajib menyumbang lebih besar dari apa yang disumbangkan saat ini. Nah saat menghitung sumbangan ada prosesi dimana uang dari dalam kotak Sumbangan ditaruh atau dipindah ke baju pengantin putri yang tadi dipakai saat di pelaminan. Setelah amplop sumbangan dipindah, baru dibuka, dicatat dan hitung sampai tuntas. Maknanya mungkin, suami yang mencari rezeki, istri yang harus mengelola dengan baik.
Acin ibu bukan mau cerita tentang sumbangan pernikahan. Karena tiba- tiba melintas jadi ibu tulis saja. Ibu sudah kontak mbak yuni supaya pesan getuk dan durian. Ibu teringat saat ini musim durian. Dan getuk yang sering mba yuni bawa ke rumah itu enak sekali. Terbayang saat dua jenis pesanan ibu dihidangkan sebagai pot luck yang ibu bawa. Oya selain itu ibu juga bawa pipes, oseng bunga pepaya, singkong rebus dan tahu isi. Terbayang besok menu yang akan tersaji sudah bikin perut lapar.
Oya di mobil juga ada combro buatan ibu yang menyelera. Untuk isinya si oncom ibu ganti gembus dan tempe.Ya tetap enak. Maklum makanan berbahan baku singkong selalu menjadi makanan favorit ibu. Coba hitung berapa jenis makanan berbahan baku singkong yang ada di Nusantara. Banyak sekali. Ini bagian dari kekayaan Indonesia.
Acin bisa merenung ya!
Dari apa yang ibu tulis itu tidak lebih dari rasa syukur ibu yang ibu kemas dalam satu tulisan. Betapa ibu bersyukur diberi umur panjang. Betapa ibu bersyukur bisa napsk tilas dan silahturahmi bersama keluarga besar ibu dari beberapa generasi. Еyang, ibu, bude, anak mantu, cucu, dan buyut. Tanpa campur tangan Allah, sangat tidak mungkin. Adanya nikmat sehat dan sempat. Ibu dipertemukan dengan orang- orang baik.
Soloraya, 06 03 2024
Senin, 04 Maret 2024
Ketika Tangan Allah Bekerja
Ketika Tangan Allah Bekerja
Oleh: Sri Sugiastuti
Acin yang selalu ibu peluk dalam doa.
Terima kasih semalam sudah bisa ngobrol sama bapak dan ibu via vicall sambil leyeh-leyeh di kamar. Bapak seperti bisa selalu flash back dengan cerita zadulnya saat SR kelas 5 di desa dan hijrah ke Solo. Betapa bangganya dia yang anak desa bisa jadi juara karena selalu banyak bertanya. Sementara temannya yang anak kota selalu membullynya. "Dasar cah ndeso kebanyakan bertanya!"
Kalau cerita ibu beda lah. Acin paham ya, bapak ibu tidak punya "gerobak" untuk transportasi ke luar kota. Mas Ndaru rempong sama mertuanya yang sakit, mbak Ratih dan kantornya juga kegiatan anak- anaknya. Bapak sebagai penasihat ibu yang harus didengar sarannya. "Rental plus plus dan jangan merepotkan anak." Ide bagus tinggal telpon mas rental, beres. Ternyata kenyataan tidak sesimpel itu.
Bapak ngga ikut, tetapi ada tante Wiwik dan cucunya dari Malang, dan juga tante Nesi dan Amor anaknya yang dari Yogya. Mas Adi rental ngga bisa bantu, mobilnya keluar semua maklum weekend. Ngga kurang cara ibu hubungi nomor WA driver grab yang ibu simpan, masih belum beruntung karena posisi Amor masih di yogya dengan acara penguatan mental jelang ujian SMA. Ibu ngga bisa kasih estimasi waktu.
Usai salat asar dan zikir petang, ibu selonjoran. Tante Wiwik sama Tante Nesi malah ngeluyur dari stasiun Balapan ke stasiun Klaten PP. Ibu santai saja menunggu mereka pulang dan nunggu kabar Amor. Pasti ada solusi dan malam tetap sampai harus sampai Segoro Gunung (nama desa di bawah bukit paralayang Kemuning Karanganyar). Acara gathering keluarga yang sudah dirancang sebulan yang lalu.
Bapak yang paham medan dan lokasi desa itu, karena dulu zaman jadi guru hampir tiap tahun Kemah dan hiking di desa Segoro Gunung. Bapak pun mulai banyak pesan ini itu. Ibu sudah berkaos warna hijau harus ganti. Apalagi kiriman video dari bude Nunuk kalau disana sudah turun kabut dan baru saja turun hujan. Nah jiwa petualangan ibu mulai terbakar. Terbayang kelap kerlip kota Solo dan Karanganyar bila dinikmati dari vilanya Tante Yanti. Belum lagi celoteh tante- tantemu yang seumur dengan ibu.
Ibu balas chat bude Nunuk ehh,... ternyata tante Wiwik pulang sudah ready dengan mobil plus driver yang siap ngantar Ibu dan grupnya meluncur ke Segoro Gunung. Awalnya Ibu under estimate dengan penampilan drivernya yang seperti tukang sayur tetapi berjaket kulit. Tetapi waktu Ibu masuk mobil dan duduk di samping driver. Wow nyaman banget itu mobil Avanza terbaru 2023. Allah memberi kesempatan memanfaatkan sarana yang ada, ya harus disyukuri, yang penting ibu menikmati kenyamanan ini.
Mobil sudah meluncur ke stasiun. Si Amor belum masuk stasiun Balapan, azan magrib berkumandang. Ibu ambil inisiatif salat dulu di masjid stasiun Balapan yang bersih dan megah. Karena buru- buru ibu ngga ambil tas mukena. Ehh... saat ibu selesai wudhu, ada petugas yang sedang ganti mukena bersih dan wangi. Ibu pun salat dengan nyaman. Usai salat ibu ngarep pengen salam tempel ke petugas tadi, sekadar memberi kejutan kecil ke mba petugas tadi. Ibu clingak- clinguk. Mbanya ngga ada, duh ibu menyesal banget. Alhamdulillah saat ibu mau pakai sepatu, mbanya nongol di depan ibu. Langsung salam tempel dong. Dan rasanya plong. Ibu bahagia, dia juga bahagia.
Sore ini ibu banyak belajar dari orang- orang yang ibu jumpai. Mereka bagian dari orang- orang yang dikirim Allah untuk ibu gaul dan bersinergi. Sebenarnya kalau kita mau merenung, apa pun yang terjadi dan menyadari, saat kita melibatkan Allah semua terasa nyaman dan Teduh.
Soloraya, 04 03 2024
Minggu, 18 Februari 2024
Bertabur Jenang di Festival Jenang Solo
Bertabur Jenang di Festival Jenang Solo
Oleh: Sri Sugiastuti
Sabtu tanggal 17 Februari 2024 menjadi hari istimewa. Bukan karena imbas pasca pesta demokrasi atau masih suasana hari kasih sayang di tanggal 14 Februari. Tepatnya tadi pagi ada Festival Jenang Solo di Koridor Ngarsapura, Jl. Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Solo. Sebenarnya Festival ini sudah menjadi agenda tahunan yang selalu digelar dengan meriah.
Alhamdulillah ada nikmat sehat dan nikmat sempat. Pak Suami kali ini antusias. Kami pun pada pukul 8.30 sudah merapat di parkiran motor, yang tidak terlalu jauh dari lokasi acara digelar. Acara sudah dimulai. Tarian pembuka oleh penari yang bernuansa Nusantara ikut memerahkan Festival Jenang Solo tahun 2024.
Suasana saat pembukaan Festival jenang Solo 2024,docpri
Festival Jenang kali ini diadakan juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-279 Kota Solo yang jatuh pada 17 Februari 2024. Selain itu bertepatan dengan memperingati Mangayubagya Jumenengan K.G.P.A.A. Mangkunegara X. Pak Heru Mataya Pegiat Yayasan Jenang Indonesia, mengatakan penyelenggaraan sengaja dilaksanakan pada HUT Kota Solo sebagai pengingat warga tentang hari lahir kota Solo.
Pesta jenang dilakukan usai rombongan kirab lewat dan membagikan jenang secara simbolis di panggung utama. Tampak Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, dan Pengageng Parentah Keraton Surakarta Hadiningrat Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Dipokusumo hadir di acara ini.
Makna jenang dan angka 17 Menurut Pemerhati budaya Solo Tunjung W Sutirto, jenang adalah warisan budaya berupa benda/ makanan yang sangat simbolik. “Dulu pada 1742, saat boyongan( pindahan) dari Keraton Kartasura ke Surakarta, disimbolkan dengan jenang. Jumlahnya 17 macam jenang. Angka 17 sangat maknawi. Angka 17 menurut Keraton Mataram Islam di Kartasura, terdiri dari angka 1 yang berarti keesaan Tuhan dan 7 adalah siklus hidup satu pekan dan jumlah langit dalam Islam. “17 juga menjadi tanggal hari jadi Kota Solo, 17 juga hari kemerdekaan Indonesia. Jadi, ada jenang jumlahnya 17 untuk memaknai simbol. Adapun jenang bermakna kehidupan.
Acara inti memaknai Jenang untuk simbol kehidupan docpriJenang tidak pernah dibuat saat ada orang meninggal dunia. Tetapi setiap orang yang hidup, mulai dari lahir sampai menikah, selalu ada jenang. Selain itu, jenang berasal dari bahasa Arab, yakni jannah yang berarti surga. Oleh karena itu, masyarakat Jawa harus memegang makna halus ini.
Aneka jenang gratis.
Saat pembagian jenang dimulai, masyarakat langsung mengerubungi tempat-tempat pembagian jenang. Alhamdulillah kami berhasil menikmati berbagai jenang aneka rasa.
1.Jenang Katul. Jenang yang terbuat dari katul dicampur dengan gula jawa. Saat disajikan disiram santan yang sudah dimasak.
2. Jenang Pandan Nangka. Berwarna hijau cantik dengan campuran buah Nangka. Bertekstur lembut.Ada 2 kuah ( juruh) santan dan gula merah.
3.Jenang Terik. Dengan rasa gurih lembut. Terik semacam sayur bersantai yang berisi tahu, ayam, telur dibumbu agak pedas gurih menyelera.
4. Jenang Sumsum.Terbuat dari tepung beras dan santan. Berwarna putih. Saat mau dimakan disiram juruh (air gula jawa)
5.Jenang sambal goreng. Semacam bubur nasi yang lembut diberi sayur bersantan yang berisi krecek, telur puyuh dan tahu, bisa juga kacang tolo.
6.Jenang grendul. Jenang ini berwarna coklat karena menggunakan gula jawa. Ada butiran/ grendul sebesar kelereng yg terbuat dari tepung ketan, rasanya kenyal.
7. Jenang Tumpang. Bubur nasi yang dimakan campur sayur tumpang. Sayur atau sambal berbahan dasar tempe semangit/ bosok. Dengan aneka bumbu dapur yang khas. Pelengkapnya ada sayuran rebus seperti kenikir, bayam, tauge, dan kacang panjang.
8. Jenang Ketan Hitam. Bahan dasarnya ketan hitam, dan saat disantap bersama kuah santan.
9. Jenang mutiara atau jenang cantik manis. Tampilannya memang menyelera. Bahan dasarnya sagu yang bentuk nya bulatan- bulatan kecil saat dibuat dicampur dengan gula. Disantap bersama air santan yang gurih.
10.Jenang Pati Garut. Jenang lembut yang Bahan dasarnya tepung Garut. Jenang ini bisa dikonsumsi penderita sakit maag atau lambung.
Masih ada jenang cenil, jenang candil, jenang sagu dan
jenang yang lain bagian dari berbagai jenang yang dimodifikasi dengan kacang hijau dan jenis lain.
Pengisi stand jenang gratis dari berbagai instansi. Ada yang dari Kelurahan, hotel, juga berbagai komunitas seperti Rotary club, PKK, Rumah Cerdas dan lain-lain.
Festival yang digelar dari pukul 8.00- 11.00 cukup meriah dan berkesan. Even ini bisa menambah daya tarik wisata ke kota Solo.
Surakarta Hadiningrat, 17 02 2023